UNKHAIR, Savina Alya Salim, resmi menyandang gelar sarjana akuntansi dari Program Studi (Prodi) Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (FEB-Unkhair). Ia menjadi lulusan terbaik dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Savina juga merampungkan pendidikan jenjang Sarjana, dalam waktu 3 tahun 1 bulan, relatif jauh lebib dari masa Studi yang berdurasi 4 tahun. Hal ini membuatnya lulusan terbaik pada wisuda Unkhair, periode ke-III tahun akademik 2024-2025.
Perempuan kelahiran 28 Juni 2004, di Tanjung Priuk, Jakarta Utara, itu mengatakan keberhasilannya lulus lebih cepat dengan capaian nilai nyaris sempurna, merupakan hasil dari target yang ia tetapkan sejak awal masa perkuliahan.
“Kalau mau lulus cepat, memang harus ditargetkan dari awal. Niat dan usaha harus berjalan beriringan,” ujar Savina usai prosesi wisuda.
Memasuki semester lima, anak dari Agus Salim dan Nur Aeni, ini mulai fokus pada perkuliahan, ia tak mengikuti program tambahan, agar target kelulusan tepat waktu. Tentunya, pendampingan juga dari dosen penasihat akademik (PA).
Selain fokus, Savina juga konsisten menjaga stabilitas nilai sejak semester awal. Disiplin mengikuti perkuliahan dan tidak menunda tugas menjadi prinsip utama yang ia pegang selama menempuh pendidikan.
“Nilai harus dijaga dari awal. Tak boleh malas kuliah dan menunda tugas,” katanya.
Di balik prestasi, Savina harus membagi waktu antara kuliah, dan membantu orang tuanya menjaga toko milik sang ayah, Agus Salim, yang berprofesi sebagai wirausaha. Sementara, ibunya, Nur Aeni, merupakan ibu rumah tangga..
“Kerja kelompok dan tugas akhir sering dikerjakan sambil jaga toko. Itu rintangan yang cukup berat,” ungkapnya.
Kondisi itu justru membentuk kedisiplinan dan kemampuan manajemen waktu Savina. Ia menilai keterbatasan bukan alasan untuk menurunkan standar, melainkan pemicu untuk lebih bertanggung jawab terhadap target akademik yang telah ditetapkan.
Terkait pilihannya menempuh pendidikan di Maluku Utara, Savina menyebut Unkhair, menjadi pilihan utama sejak mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur nasional.
“Keluarga dari pihak ayah seluruhnya berasal dari Ternate. Kalau merantau, sekalian jauh ke wilayah timur,” cetusnya, sambil tersenyum.
Walaupun begitu, saat dinobatkan sebagai wisudawan terbaik, Savina mengaku tidak terlalu terkejut, karena capaian itu telah dipersiapkan sejak awal kuliah.
“Bukan terlalu GR. Memang sudah dipersiapkan,” katanya.
Pada wisuda kali ini, Unkhair meluluskan 685 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma hingga Doktor, termasuk lulusan Profesi Insinyur, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Guru Besar (GB).
Usai wisuda, Savina berencana kembali ke Jakarta untuk melamar pekerjaan. Ia berharap dapat bekerja di PT Astra Honda Motor, tempat ia pernah menjalani praktik kerja lapangan saat masih menempuh pendidikan SMK.*
_____________________________________
Penulis: Polo |Foto: Chessa dan Fai

