Bupati Ikram Sangadji Jadi Pembicara Kuliah Umum Geopolitik di FIB Unkhair

UNKHAIR, Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si, hadir sebagai pembicara utama pada kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB-Unkhair).

Kuliah bertajuk “Geopolitik dan Kebudayaan Lokal”, itu di Aula Utama FIB, Ternate, Jumat (12/12/2025).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unkhair, Arya Fitrah M. Nadjar, mengatakan kegiatan ini hasil kerja sama antara fakultas dan BEM, melibatkan berbagai organisasi mahasiswa lintas jurusan.

Ia menyebut, kuliah umum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana untuk memahami dinamika geopolitik dan kebudayaan di Maluku Utara.

“Kehadiran Bupati Halteng memberi kami pengalaman dan wawasan baru,” ujarnya.

Dekan FIB Unkhair, Dra. Nurprihatina Hasan, M.Hum, dalam sambutannya, menyampaikan kuliah umum tersebut telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu.

Nurprihatina, mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang konsisten mengadakan diskusi setiap Kamis sebagai bentuk kepedulian terhadap isu-isu daerah.

Menurutnya, pembahasan geopolitik tidak hanya berkaitan dengan kekuatan politik, tetapi juga erat dengan pengelolaan sumber daya alam dan perubahan sosial.

Nurprihatina, juga menyoroti perubahan signifikan di Halmahera akibat keberadaan industri pengolahan mineral, khususnya PT IWIP, yang berdampak pada ekonomi, sosial, dan budaya.

“Posisi Halmahera sangat strategis dalam peta geopolitik nasional. Namun, cepatnya industrialisasi juga memunculkan tantangan terkait identitas budaya lokal dan harmoni sosial,” jelasnya.

Pembangunan industri harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat. Fakultas Ilmu Budaya, lanjut Nurprihatina, melihat pentingnya mahasiswa memahami persoalan ini secara kritis, karena budaya merupakan modal sosial yang memperkuat posisi daerah di tengah arus globalisasi.

Kuliah umum tersebut berlangsung dalam dua sesi, yakni penyampaian materi oleh Bupati Halteng dan sesi tanya jawab yang dipandu Wakil Ketua BEM FIB, Agung.

Pada pemaparannya, Bupati Ikram Sangadji menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga geopolitik dan kebudayaan lokal.

Ia menyebut, mahasiswa dapat berkontribusi melalui integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi, edukasi kepada masyarakat, serta menjadi penghubung antar budaya.

“Diharapkan kegiatan ini memperluas wawasan mahasiswa tentang pentingnya hubungan antara geopolitik dan pelestarian budaya lokal,” ujarnya.

Bupati Ikram Sangadji, berharap mahasiswa mampu membangun kesadaran kritis, serta terus berperan aktif menjaga identitas budaya di tengah transformasi besar yang terjadi di Halmahera Tengah, dan Maluku Utara.*

_________________________________________
Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa