M. Ridho dari Lab Terpadu Unkhair Raih Peserta Magang Terbaik PPLPI 2025

UNKHAIR, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Khairun (Unkhair). Muhammad Ridho, Pranata Laboratorium Pendidikan pada Unit Pelayanan Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu Unkhair, sukses dinobatkan sebagai Peserta Magang Terbaik Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan 2025.

Penghargaan itu diraih Ridho melalui program yang diinisiasi Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI), sebuah ajang bergengsi yang diikuti tenaga laboratorium dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan ini digelar selama tiga hari, 4 hingga 6 Desember 2025, bertempat di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan.

Ridho menerima penghargaan tersebut dalam rangkaian Diseminasi Nasional Karya Inovasi Laboran dan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan PPLPI 2025.

Ia tampil menonjol berkat kemampuan adaptasi, kedisiplinan, serta inovasi selama menjalani program magang PPLPI yang berlangsung 29 September–3 Oktober 2025 di Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T.

Tahun ini, kementerian memberikan 19 penghargaan nasional, masing-masing terdiri dari delapan peserta magang terbaik, mulai dari peserta seminar nasional terbaik, peserta sertifikasi kompetensi terbaik, serta pemenang karya inovasi laboran terbaik.

“Penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan, khususnya di laboratorium. PLP merupakan ujung tombak kualitas penelitian. Jika SDM berkualitas, maka hasil penelitian juga akan berkualitas,” ujar Ridho usai menerima penghargaan, Selasa (9/12/2025).

Prestasi Unkhair tidak berhenti di capaian individu. Pada momen yang sama, UPA Laboratorium Terpadu Unkhair bersama Laboratorium Pendidikan Kimia FKIP Unkhair turut meraih Hibah Karya Inovasi Laboran 2025.

Tim tersebut diketuai Setyani Puspita Sari, dengan anggota Anggieta Pahwati K. dan Nurbaeti Kumendong. Mereka mengembangkan karya berjudul “Pelapisan Nanopartikel Perak (AgNP) Berbasis Bioreduktor Syzygium cumini pada Kertas Saring Selulosa untuk Analisis Kation dalam Praktikum Kimia Analitik”, di bawah asuhan Dr. Khusna Arif Rakhman, S.Si., M.Sc.

Melalui program PPLPI yang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), pemerintah terus mendorong penguatan kompetensi tenaga kependidikan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik kerja langsung.

Capaian Ridho dan tim inovasi Unkhair diharapkan menjadi inspirasi bagi tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, untuk terus berinovasi dan meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan laboratorium dan pendidikan.*

_________________________________________
Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Istimewa