Unkhair Bersama Pemda dan Ternate Heritage Society Gelar International Seminar of Tourism

Universitas Khairun melalui Kantor Urusan Internasional bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Universitas Sunshine Coast-Australia dan Ternate Heritage Society menyelenggarakan International Seminar of Tourism.

Seminar dengan tema “Fort Oranje dan Alfred Russel Wallace: Mengungkap
Potongan Budaya Berharga di North Maluku” berlangsung di Aula Nuku Gedung Rektorat, Selasa, 23 Mei 2023.

Kegiatan seminar Internasional ini bertujuan untuk mengembangkan kerjasama di bidang pariwisata antara Universitas Khairun, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Universitas Sunshine
Coast-Australia, Kantor Urusan Internasional Unkhair, dan Ternate Heritage Society.

Berlansung secara hybrid (daring maupun tatap muka) seminar ini dihadiri oleh
peserta dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, praktisi pariwisata, penggiat
budaya, dan beberapa Guru perwakilan dari Sekolah Dasar di Kota Ternate.

Acara dimulai dengan zoom check-in dan registrasi secara online. Tampil sebagai pembuka acara adalah Roswita M Aboe dari Office of International Affairs. Kemudian,
dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Prof. RW (Bill) Carter yang diwakili oleh Ibu
Roswita M Aboe tentang “Wallacea Contribution in the Biodiversity Tracks in North
Maluku”. Pemaparan ini dimoderatori oleh Kris Syamsudin

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Assoc. Prof. Harriot Beazley tentang “Preserving

ultural Heritage: Pendekatan Edukasi untuk Anak-anak”. Materi berikutnya disampaikan
oleh Mr. Rinto Taib, M.Si tentang “Spice Museum: Situs dan Sumber Belajar (Fort
Oranje)”.

Setelah sesi pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Beberapa
penanya berperan aktif dalam sesi ini, diantaranya Dedi Nurani dari
Ternate Heritage Society, Dedi bertanya mengenai jalur Wallace dan perlindungan hewan
endemik di wilayah tersebut. Penanya kedua adalah seorang pemerhati satwa di Halmahera melalui fotografi dalam Himpunan Wildlife Photography, si penanya menanyakan tentang peran,
kerjasama dan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian
satwa di Pulau Halmahera, selain kedua penanya tersebut muncul juga beberapa pertanyaan dari peserta lainnya yang membuat suasana diskusi menjadi lebih menarik.

Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyerahan bingkisan kepada penanya
terbaik. Acara tersebut ditutup dengan harapan bahwa seminar ini dapat memberikan
pemahaman yang lebih dalam mengenai Benteng Oranje dan sumbangsih Alfred Russel
Wallace dalam melestarikan warisan budaya di Maluku Utara (humas) Penulis : Suci Elvira Peserta Seminar / Editor : Suratin / Foto : Suci Elvira