Sahrul Ramadhan Aris Wisudawan Terbaik Pertama Dengan Nilai 3.99

Unkhair.ac.id Tiga anak dari keluarga Almarhum Aris Abu menjadi wisudawan dan wisudawati lulus dengan predikat pujian, di tahun 2018 tepatnya 15 September tahun lalu Tenri Wulan Aris menjadi wisudawati terbaik, untuk tahun ini Sabtu, 21 September 2019 adik Tenri Wulan Aris yakni Sahrul Ramadhan Aris anak ke 10 dari sepuluh bersaudara tampil sebagai wisudawan terbaik dengan predikat pujian.

Lelaki  kelahiran Morotai , 19 Desember 1998 ini lulus di program Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unkhair dengan IPK 3,99 dengan masa studi 3 tahun 10 bulan. lulus dengan skripsi berjudul “Penerapan Metode Pembelajaran Guru Pada Sekolah Luar Biasa Negeri Sasa Kecamatan Ternate Selatan”, dengan Dosen pembimbing Dr. Rustam Hasyim, M.Hum. M.Pd dan Sitirahia Hi. Umar,S.Ag.M.A. Bagi Sahrul terpilih menjadi salah satu wisudawan terbaik di Universitas Khairun merupakan kebanggaan tersendiri dan kebanggaan keluarga.

Saat lulus SMA, Sahrul berkeinginan kuliah di Program Studi Hubungan Internasional, namun orang tua tidak mengijinkannya dengan alasan semua kakaknya sudah bekerja di kantor, Orang tua menginginkan Sahrul menjadi seorang guru,  akhirnya Sahrul mendaftar di program Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unkhair dengan mengikuti jalur seleksi SBMPTN.

Keseharian orang tua Sahrul adalah pedangan kecil di Pulau Morotai, Sahrul bersaudara tau kondisi ekonomi orang tua mereka, keinginan untuk kuliah membuat Sahrul mencari informasi beasiswa, alhamdulillah dengan informasi yang diterima Sahrul mendaftar beasiswa Bidikmisi dan dengan beasiswa ini Sahrul dapat meringankan beban kedua orang tuanya.

Diterima di program Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unkhair  melalui seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri tahun 2015, Sahrul memantapkan kuliahnya demi membahagiakan pilihan pendidikan orangtuanya, setelah menjalani dua semester di Fakultas Keguruan, Sahrul merasa cocok dan berkeinginan menjadi seorang guru.

Untuk mengasah kemampuannya, Sahrul mengikuti berbagai macam kegiatan mulai dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 Sahrul terpilih sebagai Ketua Forum Anak Morotai, selanjunya Sahrul juga mendapat juara III Pembentukan Karakter Bela Negara Tahun 2015, Juara Harapan I Mawapres Unkhair 2018,  Dia Juga mengikuti Duta Anak Indonesia Tahun 2016, Pelopor Agen Perubahan Informastika KOMINFO Tahun 2016, Fasilitator Forum Anak Indonesia 2017-2018, Finalis PCTA Malut Kemenham RI 2019, Relawan 1000 Guru Maluku Utara dan Kelas Inspirasi Ternate.

Menjadi Relawan 1000 Guru Malut sudah pasti akan terjun mengajar secara langsung ke adik adik siswa yang duduk di sekolah baik itu sekolah dasar maupun sekolah tingkat pertama, kegiatan relawan bukan saja mengajar tapi mereka memberikan motivasi untuk para siswa, semua biaya kegiatan ini ditanggung oleh para relawan. Sahrul sangat bersyukur bisa bergabung dengan relawan 1000 Guru untuk mencerdaskan anak bangsa khususnya anak anak di pulau Morotai.

Tahun ini tepatnya 17 Agustus 2019 Ayah Sahrul, Aris Abu meninggal dunia, Sahrul sangat terpukul atas kejadian ini, keinginan untuk bersama ayah hadir dalam prosesi wisudah tak tercapai, kali ini Sahrul didampingi Ibunda tercinta Hj. Norma Basso, kata sang Ibu “Saya akan penuhi pesan suami yaitu mengahadiri anak bungsu saat wisuda” itu adalah pesan terakhir sang Ayah sebelum tutup usianya, lanjut Norma Basso ketika ditanya oleh Humas Unkhair, menghadiri wisudah kali ini adalah yang terakhir kali, karena semua anaknya telah selesai kuliah, berbeda dengan dengan menghadiri wisuda kakak kakaknya Sahrul, saya selalu ditemani suami tercinta (Almarhum Hi. Aris Abu), dengan kehadiran saya di tempat wisudah ini semoga  bisa mengobati rasa rindu kami sekeluarga untuk Ayah tercinta, karena disini Almarhum Hi. Aris Abu pernah merasa bangga dengan anak anaknya yang menjadi wisudawan dan wisudawati terbaik. *Humas

Please follow and like us:
error20

Comments

comments