Kuliah Umum

Menteri Keuangan Berharap Sivitas Akademika Unkhair dan Mahasiswa Kawal Dana Desa

Unkhair.ac.id. Kuliah Umum Oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Ibu Sri Mulyani Indrawati, SE., M.S., Ph.D. berlangsung di Ballroom Grand Daffam Internasional Hotel Ternate dengan Tema “Perekonomian Global dan Indonesia Serta APBN 2018” (kamis 8 Maret 2018) Kerjasam Universitas Khairun dengan KAUKUS Parlemen Maluku Utara. Hadir dalam kesempatan ini Pejabat Gubernur Maluku Utara, Pejabat Walikota Kota Ternate, Para Muspida Maluku Utara, Sivitas Akademika Universitas Khairun dan Mahasiswa Universitas Khairun.

Sebelum perkuliahan dimulai terlebih dahulu Rektor Universitas Khairun Prof.Dr. Husen Alting, SH.MH memberikan sambutannya, Rektor Universitas Khairun  menyampaikan selamat datang Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani Indrawati, SE., M.S., Ph.D. dan Rombongan Kementerian Keuangan yang hadir, yakni Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Bpk. Hadiyanto, Dirjen Bea Cukai, Bpk. Heru Pambudi, Dirjen Perbendaharaan, Bpk. Marwanto Harjowiryono, Dirjen Kekayaan Negara, Bpk. Isa Rachmatarwata, Dirjen Perimbangan Keuangan, Bpk. Boediarso Teguh Widodo, Inspektur Jenderal, Ibu Sumiyati, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Bpk. Astera Primanto Bhakti, dan Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, Ibu Puspita Wulandari, Gubernur Maluku Utara, Bapak Ir. M. Natsir Thaib. Koordinator Kaukus Parlemen Maluku Utara, Dr. Achmad Hatari, SE., M.Si. Para Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Maluku Utara Para Guru Besar, Dosen, Pejabat dan Staf di lingkungan Universitas Khairun Pimpinan Bank, dalam sambutannya Rektor berpantun “Berhembus bayu angin mengilir sejuknya sampai kepulau ternate sambutlah salam dari kami civitas akademika unkhair ternate.

Pada kesempatan ini Civitas Akademika Universitas Khairun ingin menyampaikan selamat dan rasa banga atas terpilihnya ibu Sri Mulyani Indrawati, SE., M.S., Ph.D, sebagai Best Minister Award, pada pertemauan tahunan ke enam Dunia KTT Pemerintah 2018 di Dubai, penganugraran tersebut menunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa besar dan bisa setara dimata dunia dunia.

“Mahasiswa harus lebih peduli dan berpikir luas, tidak hanya memikirkan diri sendiri, kampus sendiri, atau tempat lahir sendiri, tapi memikirkan Indonesia secara lebih menyeluruh dan luas (Sri Mulyani, 24/03/17) bertempat di Aula Barat ITB…. Karena itulah maka hari ini beliau hadir untuk Indonesia di Maluku Utara”.

Ibu Menteri, serta Hadirin yang kami hormati.  Pada kesempatan ini, perkenankan kami menjelaskan keberadaan Universitas Khairun, Universitas ini didirikan pada tahun 1964 dan diresmikan pada tahun 2004 oleh Ibu Megawati Soekarnoputri (Presiden RI ke-5), artinya, kurang lebih 40 tahun Univ. Khairun menjadi PT Swasta di bawah Kopertis Wilayah IX. Saat ini, Univ. Khairun terus berbenah diri sesuai VISI yang diemban, yakni “Maju dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berbasis kepulauan dan kemajemukan pada tahun 2029”. Dari visi yang diemban, Univ. Khairun dari waktu ke waktu terus memacu kinerja, hingga saat ini jumlah Mahasiswa pada tahun akademik 2017/2018 sebanyak 12032 pada 8 fakultas yakni fakultas Hukum, fakultas Ekonomi dan Bisnis, fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, fakultas Pertanian, fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, fakultas Teknik, fakultas Ilmu Budaya dan fakultas Kedokteran, dengan 38 Program Studi strata 1 sedangkan Pasca Sarjana dengan 6 Program Studi strata 2 sehingga total sebanyak 43 Prodi di Unkhair. Untuk tenaga pengajar sebanyak 545 dengan Status PNS dan 52 orang dosen Kontrak dengan kualifikasi Doktor sebanyak 106 orang dan Profesor sebanyak 5 Orang, didukung dengan tenaga kependidikan sebanyak 419 Orang. Sampai saat ini dosen yang melaksanakan Studi lanjut sebanyak 114 orang terdiri dari program Magister sebanyak 18 Orang dan Doktor sebanyak 96 orang baik didalam maupun luar negeri. Dari segi peminat masuk Universitas Khairun, terdapat kenaikan yang signifikan. Jika pada tahun 2015 jumlah peminat masuk Unkhair itu mencapai 10.127 maka pada tahun 2017 jumlah peminat itu mencapai  14.482 dari 20 provinsi di Indonesia. Kondisi itu dapat dijadikan sebagai salah satu indikasi bahwa daya tarik Unkhair telah mengalami peningkatan yang berarti pula kredibilitas Unkhair di hadapan masyarakat juga meningkat. Dengan kondisi yang demikian itu tingkat kompetisi calan mahasiswa baru yang akan masuk Unkhair semakin ketat.

Pengembangan Univ. Khairun diarahkan menuju research-based university dari teaching university. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, untuk menciptakan Universitas Khairun sebagai universitas terbaik di dearah-daerah kepulauan serta menjadi pilihan bagi masyarkat Maluku Utara, Indonesia maupun di kawasan pasifik, terutama negara-negara Melanesia yang jaraknya dekat dengan Maluku Utara. Belum terpenuhinya infrastruktur di setiap Program Studi dan masih banyaknya dosen yang bergelar S2 adalah tantangan yang perlu segera diatasi. Oleh karena itu, terus dilakukan langkah-langkah yang sistematis, terencana, dan berkelanjutan. Dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terus-menerus di evaluasi.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Keuangan atas alokasi anggaran pada tahun 2018 sebesar Rp. 128.672.386.000 dan   Penerima beasiswa bidik misi sampai saat ini sebanyak 4686 mahasiswa, tentunya kinerja Universitas Khairun yang dicapai saat ini tidak terlepas dari dukungan Kementerian Keuangan khususnya Kanwil Perbendahaaran Malut dan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ternate dalam menyinerjikan pengelolaan keuangan. Bahkan dukungan Kanwil melalui reviue terhadap  proposal usulan Unkhair sebagai Badan layanan Umum yang sementara kami usulkan pada kementerian Ristekdikti. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kaukus Parlemen Khususnya kepada Dr. Achmad Hatari, SE, MS (Anggota Komisi XI DPR RI) yang telah memfasilitasi sehingga kedatangan ibu Menteri dapat terselenggara.  Kepada Plt. Gubernur Maluku Utara beserta SKPD terkait yang telah memberikan dukungan dalam rangka kunjungan Menteri Keuangan di Maluku Utara, serta  semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini.

Rektor Universitas Khairun menutup sambutannya dengan sebuah pantun, “Moluku Kie Raha Negeri Para Sultan, Pulau berjajar menyambung laut, Terima kasih telah berikan kuliah, Kami berharap ibu berkunjung lagi”.

Selanjutnya Rektor Universitas Khairun membacakan biodata singkat Sri Mulyani Indriawati, beliau adalah menteri keuangan terbaik asia tahun 2008, wanita paling berpengaruh di Indonesia fersi majala global asia, Sebelum memberikan kuliah ibu Sri Mulyani Indrawati menyapa satu persatu pejabat yang hadir, terdengar tepuk tangan dari mahasiswa saat Menteri Keuangan ini menyapa para mahasiswa yang antusias hadir dalam kuliah umum ini, tak lupa dalam kesempatan itu beliau berpantun “Berburu Rusa di Lembah Curam Memborong pisang dengan popeda Maluku Utara tanah harapan menyongsong masa depan gemilang” kembali tepuk tangan terdengar dari para mahasiswa Universitas Khairun.

Selanjutnya ibu Sri Mulyani Indrawati, SE., M.S., Ph.D, memulai kuliahnya,  Saya akan memulai kuliah pada pagi hari ini adalah kondisi perekonomian kita dalam rangka menggerakan perekonomian sesuai dengan visi misinya Presiden Joko Widodo yaitu menggerakan ekonomi dari pinggiran, beliau menceritakan kondisi mulai dari masa perjuangan sampai sekarang, kita semua tau republik ini dibangun bukan tampa tujuan, ada ide ada cita cita penuh perjuangan untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang terus memiliki kedaulatan kemerdekaan, selalu menjaga kesatuan, dan terus menerus mengupayakan suatu kehidupan yang adil dan sejahtera ini yang disampaikan Presiden pertama kita Seokarno pada saat menyampaikan proklamasi kemerdekaan negara republik Indonsia.

Kita semua pada hari ini adalah generasi penerus yang membawa estafet cita cita ini untuk terus kita wujudkan, ini adalah suatu cita cita yang terus dititipkan dari generasi ke generasi yang akan datang, oleh karena itu kita terus melihat konteks pembangunan Indonesia dan menyikapi kondisi global dan  regional tampa kehilangan arah tetap fokus terhadap apa yang dicita citakan para pendiri bangsa yang memproklamirkan kemerdekan negara republik Indonesia, dengan demikian konteks para pendiri bangsa Indonesia tujuan pembangunan kita hari ini adalah harus berupaya terus menerus menciptakan dan memajukan kesejahteraan rakyat, kita harus menerus berupaya agar kita mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut dalam menciptakan perdamaian dunia.

Mari kita lihat salah satu indikator pembangunan ekonomi negara republik Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi, didalam konteks delapan tahun terakhir  dan proyeksi tahun depan kalau dilihat dalam gambar (slide kuliah umum) pada tahun 2012 Indonesia mengalami tekanan, tahun 2016 pertumbuhan ekonominya lemah, ini diakibatkan karena kondisi ekonomi dunia sesudah mengalami sesudah mengalami krisis  ekonomi tahun 2008/2009, negara negara mengalami kelemahan perdagangan internasional, ekspor menurun bahkan di Indonesia statistik tahun 2014,2015,2016,2017  kwartal pertama pertumbuhan ekspor kita (Indonesia) negatif, dan oleh karena itu disertai dengan harga dari komuditas komuditas yang biasa di ekspor Indonesia mengalami kemerosotan, dan Indonesia negara yang masih memiliki  komuditas sebagai peranan ekonomi yang cukup berpengaruh secara langsung. Pada kwartal kedua tahun 2017 mulai terlihat pemulihan ekspor kita langsung melejit dan harga komuditas mulai pulih juga.

Kita lihat ekonomi Indonesia empat motor penggerak ekonomi dari sisi permintaan yakni 1. konsumsi, 2. Investasi 3. Ekspor dan 4. Pengeluaran pemerintah, pada saat ekonomi mengalami tekakan tadi, dua motor penggerak ekonomi yaitu investasi dan ekspor mengalami perlemahan bahkan ekspor mengalami negatif, sekarang ini momentum mulai terlihat bahwa empat motor penggerak ekonomi ini sekarang mulai pulih kembali, investasi mulai tumbuh diatas 6% dan ekspor tumbuh diatas 9%, proporsi dari konsumsi harus dominan maka harus dijaga daya beli masyarakat, investasi masih tumbuh meningkat lebih besar, ekspor akan pulih kembali dan pengeluaran pemerintah akan difokuskan pada hal hal yang dimana swasta atau pasar tidak bisa melakukannya, disitulah pemerintah akan hadir.

Dilihat dari sisi suplainya atau produksinya sektor sektor penggerak ekonomi juga mulai tumbuh, sektor tradisional seperti manufaktur, pertanian mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi seperti perikanan dan perdagangan akan muncul disebabkan perdagangan era digital dimana difasilitasi dengan e-comers dengan peningkatan yang cukup berarti dan sektor kontruksi yang disebabkan Indonesia masih dalam membangun, pertumbuhan cukup baik namun dari sisi kesenjangan antar wilayah merupakan tantangan yang tidak mudah karena negara kita adalah negara yang sangat besar.

Ekonomi masi tetap didominasi oleh pulau Jawa terutama Jakarta, dengan adanya pertumbuhan permintaan komuditas maka pulau pulau diluar Jawa sekarang memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih tinggi, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi selama ini tumbuhnya selalu diatas rata rata nasional dan Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara serta Papua adalah area yang merupakan banyak sekali potensi yang masih belum tergarap, disinilah kenapa Presiden Joko Widodo meletakkan prioritas pembangunan dari pinggiran, tentunya kata kata dari pinggiran bukan berarti bahwa mereka itu tidak bisa tumbuh, namun selama ini karena pemusatan pembangunan hanya dipulau Jawa maka potensi yang ada di pulau pulau Papua, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara itu masih belum meningkat seperti yang ada dalam potensi di pulau pulau tersebut.

Saya kemarin mendengar dari tim saya di Bea Cukai bahwa di Maluku Utara ini mulai mengekspor ikan, pertama kali langsung dari Maluku Utara ke luar negeri, selama ini Maluku Utara kalau jual ikan dibawa ke Surabaya lalu di ekspor ke luar, padahal pasarnya ada di Jepang, oleh karena itu pemerintah akan mendukung ekspor dan saya minta kepada seluruh jajaran Bea Cukai untuk terus mendukung dan membantu namun yang saya dengar perusahan perusahan juga mengalami kesulitan bukan dari instansi pusat, pemerintah daerah belum memiliki manset untuk membantu para pengusaha dalam melakukan usahanya.

Mari kita lihat Maluku Utara sebagai tanah harapan menuju masa depan yang lebih baik, kalau dilihat dari pertumbuhannya lebih tinggi dari rata rata nasional, angka tumbuh 7.7 % sementara nasional 7.5% artinya Maluku Utara kalau terus menerus tumbuh diatas 7.7%, akan dalam waktu kurang dari 10 tahun JJP Maluku Utara akan semakin meningkat dan itu berarti porsi untuk Maluku Utara pada perekonomian nasional akan makin tinggi dan jelas akan mengejar seluruh ketertinggalan angka kemiskinan yang di bawah nasional angka pengangguran maupun didalam angka ketimpangan, saya senang dengan potensi dan Prestasi atau indikator di Maluku Utara cukup baik namun tidak merata dalam antar Kabupaten.

Perekonomian terbesar di Maluku Utara adalah Pertanian 23% Perdagangan 17 % dan Administrasi Pemerintahan, karena Maluku Utara adalah Provinsi yang tingkat ketergantungannya terhadap transfer dari pusat sangat tinggi bahkan ada yang di atas 70 % artinya kalau APBN tidak mentransfer kayaknya ekonomi Maluku Utara akan berhenti jadi inilah yang harus kita buat agar transfer itu bisa menghasilkan perbaikan, tujuannya agar transfer itu agar daerah bisa melayani masyarkat lebih baik lagi, jadi kalau masyarakat tidak dilayani sebaik mungkin masyarakat boleh protes, karena transfer ke seluruh daerah Indonesia itu agar semua daerah memiliki tingkat pelayanan kepada masyarakat untuk pendidikan, kesehatan, fasilitas umum, itu bisa disamakan antar daerah.

Maluku Utara menghasilkan pajak PPh dan PPn tidak terlalu besar dalam menyumbang ke skala nasional namun menunjukan potensi yang cukup baik karena penyumbang dari sektor pertambangan yang kantornya berada di luar Maluku Utara.

Dana desa tahun ini difokuskan untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan oleh karena itu Presiden Joko Widodo meminta agar menggunakan sistem penggangaran swakelola yaitu dengan menggunakan tenaga kerja ditempat atau di desa dan bahan bahan bangunanannya menggunakan bahan baku lokal. Dana desa di Maluku Utara bisa mencapai 800 milyar tahun depan mungkin akan meningkat lagi mungkin bisa menimbulkan kesejahteraan, saya(Menteri) berharap para sivitas akdemika Universitas Khairun dan Mahasiswa untuk ikut membantu mengawasi dan memberikan bantuannya kepada desa desa dalam mengelolah keuangan desa.

Saya tutup dengan kesimpulan kuliah umum ini dengan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, populasi besar, geografi besar, potensi besar, namun semua potensi ini hanya akan besar terwujud kalau kita sumberdaya manusianya menjadi lebih baik dan kita akan menggunakan APBN sebagai intrumen untuk mengimpower anda semua, kita terus berharap pemerintah pusat untuk selalu bekerjasama dengan pemerintah daerah, eksekutif dengan legislatif, bisa makin meningkatkan kinerja yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, dan anda semua Mahasiswa adalah generasi yang kita berharap menjadi penerus membawa estafet ini kedepan, selalu inovatif, kreatif karena Mahasiswa sebagai harapan Indonesia untuk mencapai masa depan yang lebih gemilang.

Saya tutup dengan pantun “Dari Ternate Ke Pulau Halmahera Jangan Lupa Membeli Pala Mahasiswa Yang Baik Untuk Belajar Jangan Lupa Berbakti Untuk Negara”

 

Humas Unkhair.

Please follow and like us:
error20

Comments

comments