{"id":3262,"date":"2021-01-29T00:01:25","date_gmt":"2021-01-28T15:01:25","guid":{"rendered":"https:\/\/unkhair.ac.id\/?p=3262"},"modified":"2021-01-29T00:02:11","modified_gmt":"2021-01-28T15:02:11","slug":"nurlaila-kadarwati-anak-tukang-ojek-jadi-wisudawati-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unkhair.ac.id\/?p=3262","title":{"rendered":"Nurlaila Kadarwati, Anak Tukang Ojek Jadi Wisudawati Terbaik"},"content":{"rendered":"<p>Unkhair.ac.id. Tahun 2016, Nurlaila Kadarwati Papuluwa mendaftar kuliah di Universitas Khairun, melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Awalnya ingin menjadi guru Fisika namun atas saran Ibunya Nurlaila akhirnya kuliah di Fakultas Hukum. Pilihan untuk mengambil jurusan Fakultas Hukum karena sang Ibu adalah sarjana Hukum.<\/p>\n<p>Ketika pertama kali harus membayar biaya awal kuliah, orang tua Nurlaila kekurangan dana, beruntung Nurlaila mendapat bantuan dari teman sekolahnya yang sangat baik hati. \u201cSaya tak lupa bantuan yang diberikan\u00a0 teman sekola waktu itu, Jika tampa bantuan biaya itu mungkin saya tak bisa melanjutkan kuliah\u201d ungkap Nurlaila ketika diwawancarai tim Humas Unkhair<\/p>\n<p>Ayah Nurlaila, Basir Papulawa adalah seorang tukang ojek pangkalan, Ibunya Maryam, SH hanyalah seorang ibu rumah tangga, keseharian kedua orang tua Nurlaila kadang berjualan ikan keliling, dengan biaya yang sangat pas pasan membuat Nurlaila harus mengerti dengan keadaan orang tuanya. Berkat belajar keras dan perolehan nilai yang sangat bagus, Nurlaila akhirnya mendapat bantuan beasiswa Bidikmisi, kesempatan ini menjadikannya harus belajar lebih keras lagi agar Nurlaila dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dan tak lagi mengeluarkan biaya kuliah.<\/p>\n<p>Kisah yang sampai saat ini tak dilupakan oleh Nurlaila yakni ketika dihari pertama ke kampus Nurlaila bersama Ibunya naik angkutan umum, sesampainya di lokasi kampus sang Ibu berpesan \u201cNak lanjutkan perjuangan IMama\u201d. Kata ini yang selalu memotivasinya selama duduk dibangku kuliah. Sebagai tukang ojek, Ayah Nurlaila, Basir Papuluwa selalu mengantarnya ke kampus, hal ini menjadi kenangan tersendiri antara Nurlaila dengan ayahnya. Setiap kali berboncengan, Nurlaila selalu berdoa agar ayahnya selalu dilindungi Allah selama mencari nafkah untuk anak anaknya.<\/p>\n<p>Selama duduk dibangku kuliah Nurlaila selalu mengikuti kegiatan kegiatan kampus, berbagai juara ia peroleh diantranya Juara I Debat MPR Tingkat Provinsi, Juara Harapan I Debat Mahkamah Konstitusi Tingkat Region Timur di Malang. Juara II Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas, Juara I Lomba Orasi Ilmiah Tingkat Fakultas.Juara I Lomba Debat Konstitusi Seleksi Daerah dan beberapa juara lainnya.<\/p>\n<p>Nurlaila akhirnya merampungkan skripsinya, perempuan kelahiran Ambon 25 Janurai 1998 ini mampu mempertahankan skripsinya dengan judul \u201cPembayaran Letter Of Credit (L\/C) dalam Perdagangan Ekspor Impor Internasional (Suatu Kajian Yuridis Normatif) dihadapan para Dosen penguji di Fakultas Hukum Universitas Khairun.<\/p>\n<p>Pada saat wisuda luring ditengah pandemi in (Kamis, 28 Januari 2021), Nurlaila Kadarwati Papuluwa dinobatkan menjadi wisudawati dengan predikat pujian IPK, 3.96. lama studi 3 Tahun 11 Bulan, suatu prestasi yang sangat membanggakan oleh kedua orang tua Nurlaila, Basir Papulawa dan Maryam tak henti hentinya mengucap syukur dengan prestasi yang diraih anak mereka. Dalam kesempatan ini Nurlaila mengucapkan terima kasih kepada keluarga keduanya di kampus\u00a0 yakni Fakultas Hukum dan Tim UKM Debat Konstitusi yang telah menjadikannya pribadi yang berprestasi. Dengan perolehan sebagai wisudawati terbaik pertama, Nurlaila persembahkan kepada Ayahnya yang telah banyak berkorban untuknya dan Ibunya yang terus memberikan semangat\u00a0 \u201cTerima Kasih Mama dan Papa\u201d ucap Nurlaila .\u00a0 (Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Unkhair.ac.id. Tahun 2016, Nurlaila Kadarwati Papuluwa mendaftar kuliah di Universitas Khairun, melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Awalnya ingin menjadi guru Fisika&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3264,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,34],"tags":[],"class_list":["post-3262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kampus","category-wisuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3262"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3265,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3262\/revisions\/3265"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}