{"id":12732,"date":"2026-05-21T19:28:11","date_gmt":"2026-05-21T10:28:11","guid":{"rendered":"https:\/\/unkhair.ac.id\/?p=12732"},"modified":"2026-05-21T19:31:07","modified_gmt":"2026-05-21T10:31:07","slug":"bem-faperta-dan-pin-dorong-penguatan-kemandirian-pangan-melalui-seminar-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unkhair.ac.id\/?p=12732","title":{"rendered":"BEM Faperta dan PIN Dorong Penguatan Kemandirian Pangan melalui Seminar Nasional"},"content":{"rendered":"<p>UNKHAIR, Ketahanan pangan dinilai tidak lagi dapat dipahami sebatas persoalan produksi pertanian, melainkan berkembang menjadi isu yang berkaitan dengan stabilitas sosial, keadilan, dan masa depan generasi muda.<\/p>\n<p>Berangkat dari gagasan itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) bersama Pemuda Inspirasi Nusantara (PIN) mengadakan seminar nasional, bertajuk \u201cPangan sebagai Instrumen Stabilitas Sosial dan Keadilan Nasional\u201d di Aula Nuku, Kampus II Unkhair, Ternate, Kamis (21\/5\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa Fakultas Pertanian, para ketua BEM se-Unkhair, serta perwakilan siswa SMA Nurul Hasan dan SMA Negeri 4 Kota Ternate.<\/p>\n<p>Seminar ini menjadi ruang gagasan lintas generasi untuk membahas persoalan pangan dari sudut pandang akademik, kebijakan publik, pemangku kepentingan, hingga praktik pertanian di tingkat daerah.<\/p>\n<p>Sejumlah narasumber hadir memaparkan perspektif mengenai tantangan dan peluang pembangunan sektor pangan di Maluku Utara, antara lain; Ketua DPW Serikat Tani Indonesia Maluku Utara, Ali Akbar Muhammad, Wakil Dekan III Faperta Unkhair, Aqshan Shadikin Nurdin, S.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng, Hukum Soa Sio Kesultanan Ternate, Gunawan Yusuf Radjim; serta praktisi pertanian Maluku Utara, Afrianto Darmis, S.P., M.P.<\/p>\n<p>Dekan Fakultas Pertanian Unkhair, Ir. Lily Ishak, M.Si., NatRes., Ph.D, dalam sambutannya, mengajak mahasiswa untuk tidak bersikap pasif terhadap persoalan bangsa, termasuk isu ketahanan pangan yang menurutnya merupakan tantangan global, tetapi harus dipahami melalui konteks lokal.<\/p>\n<p>Menurut Lily, generasi muda perlu membangun kemampuan berpikir kritis yang berangkat dari data dan realitas di lapangan agar mampu melahirkan solusi yang tepat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber pangan lokal di Maluku Utara, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Komoditas seperti singkong, pisang, ubi jalar, dan keladi dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi alternatif sumber karbohidrat di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras.<\/p>\n<p>\u201cPangan lokal perlu diposisikan sebagai kekuatan daerah, bukan sekadar pelengkap. Diversifikasi pangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan,\u201d ujar Lily.<\/p>\n<p>Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian, termasuk mengantisipasi potensi pencemaran tanah di sekitar kawasan pertambangan yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan pada masa mendatang.<\/p>\n<p>Terpisah, Ketua BEM Pertanian, Asri Fahris, menilai persoalan pangan kini telah berkembang menjadi isu nasional yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun, menurut dia, berbagai persoalan pertanian di Malut masih belum banyak mendapat ruang dalam diskursus tingkat nasional.<\/p>\n<p>Karena itu, kata Asri seminar akademik seperti ini dinilai penting untuk memperluas pembahasan sekaligus memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini partisipasi anak muda di sektor pertanian masih minim, padahal mereka adalah generasi yang akan menentukan arah pembangunan pangan ke depan,\u201d kata Asri.<\/p>\n<p>Melalui seminar, Asri berharap, kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teoritis, tetapi juga menjadi tempat lahirnya gagasan, kolaborasi, dan solusi konkret untuk memperkuat kemandirian pangan serta menjawab kebutuhan masyarakat.*<\/p>\n<p><em>Kontributor: Acil <\/em><br \/>\n<em>Editor: Polo <\/em><br \/>\n<em>Foto: Fai<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UNKHAIR, Ketahanan pangan dinilai tidak lagi dapat dipahami sebatas persoalan produksi pertanian, melainkan berkembang menjadi isu yang berkaitan dengan stabilitas sosial, keadilan, dan masa depan&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":77308,"featured_media":12734,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2071,2072,2073],"tags":[],"class_list":["post-12732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bem-faperta-dan-pemuda-inspirasi-nusantara","category-kemandirian-pangan","category-stabilitas-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/77308"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12732"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12733,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12732\/revisions\/12733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12734"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}