{"id":12692,"date":"2026-05-12T01:33:03","date_gmt":"2026-05-11T16:33:03","guid":{"rendered":"https:\/\/unkhair.ac.id\/?p=12692"},"modified":"2026-05-14T01:36:12","modified_gmt":"2026-05-13T16:36:12","slug":"fpik-unkhair-dan-dprd-ternate-bedah-kerentanan-bencana-wilayah-pesisir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unkhair.ac.id\/?p=12692","title":{"rendered":"FPIK Unkhair dan DPRD Ternate Bedah Kerentanan Bencana Wilayah Pesisir"},"content":{"rendered":"<p>UNKHAIR, Ancaman gempa bumi, tsunami, abrasi pantai hingga erupsi gunung api di Kota Ternate menjadi sorotan pada seminar yang digelar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK-Unkhair), di Aula Nuku, Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate, Selasa (12\/5\/2026).<\/p>\n<p>Seminar mengangkat tema \u201cKerentanan Bencana Pesisir Kota Ternate,\u201d itu hadirkan akademisi, DPRD Kota Ternate, serta sejumlah instansi teknis Pemerintah Kota Ternate, membahas potensi ancaman bencana dan langkah mitigasi di wilayah pesisir.<\/p>\n<p>Dekan FPIK Unkhair, Dr. Riyadi Subur, S.Pi., M.Si menyampaikan Kota Ternate, merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga edukasi mitigasi kepada masyarakat pesisir harus diperkuat.<\/p>\n<p>Ia menyinggung gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang perairan Maluku Utara, beberapa waktu lalu dan dampaknya turut dirasakan di Kota Ternate, terutama di Batang Dua.<\/p>\n<p>\u201cPemahaman masyarakat di wilayah pesisir tentang gempa atau bencana perlu ditingkatkan, sehingga mereka memiliki pengetahuan bagaimana menghadapi bencana,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dr. Riyadi Subur, juga mengapresiasi simulasi evakuasi gempa yang ditampilkan dalam seminar tersebut. Menurutnya, penyebarluasan informasi mitigasi bencana harus terus dilakukan karena Maluku Utara berada di kawasan rawan gempa, tsunami hingga erupsi gunung api.<\/p>\n<p>\u201cKita di daerah pesisir, bencana bisa dari gunung berapi, bisa dari laut dalam bentuk tsunami,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Seminar itu, dua akademisi FPIk Unkhair menjadi pembicara utama, yakni Ir. Zulhan A. Harahap Ph.D dan Ridwan Lessy, S. Pi., M. Si., Ph.D.<\/p>\n<p>Zulhan Harahap, memaparkan ancaman kenaikan permukaan laut yang dipicu mencairnya es di kutub dan Greenland, pemuaian air laut, hingga faktor lokal seperti pasang surut, gelombang dan arus laut.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan dampak abrasi yang kini mengancam Desa Tafamutu, Pulau Moti, Kota Ternate.<\/p>\n<p>\u201cAda sekolah di Tafamutu yang saat ini sudah nyaris rusak akibat abrasi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara, Ridwan Lessy menyoroti posisi geografis Ternate yang berada di kawasan cincin api atau ring of fire Indonesia, serta dikelilingi laut dengan topografi lereng curam.<\/p>\n<p>Menurut Ridwan, sedikitnya ada enam tantangan besar yang dihadapi Ternate, yakni pertumbuhan penduduk, keterbatasan lahan, kawasan kumuh, sumber daya air, urban heat atau panas kota, dan kerawanan bencana.<\/p>\n<p>\u201cTernate berada di tiga lempeng besar aktif serta sesar-sesar kecil. Pulau ini juga dikelilingi laut dan berdekatan dengan Samudra Pasifik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menyebut Ternate memiliki potensi ancaman bencana berupa banjir bandang, longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, tsunami hingga erupsi Gunung Gamalama.<\/p>\n<p>Karena itu, menurut Ridwan, diperlukan pendekatan terpadu untuk memahami hubungan antar ancaman bencana agar langkah mitigasi dapat dilakukan sejak dini.*<\/p>\n<p>________________________________________<br \/>\n<em>Kontributor: Fai |Editor: Polo |Foto: Fai<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UNKHAIR, Ancaman gempa bumi, tsunami, abrasi pantai hingga erupsi gunung api di Kota Ternate menjadi sorotan pada seminar yang digelar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":77308,"featured_media":12696,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2046,2043,2047,2045,2038,2040,2042,2039,2044,2041],"tags":[],"class_list":["post-12692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-abrasi","category-ancanaman-gempa-bumi","category-dprd-ternate","category-erupsi-gunung-api","category-info-fpik-unkhair","category-kerentanan-bencana","category-kota-ternate","category-seminar-dan-diskusi","category-tsunami","category-wilayah-pesisir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/77308"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12693,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12692\/revisions\/12693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unkhair.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}