Doa Sang Ibu, Amelia Abriani Ismail Menjadi Wisudawati Terbaik

Unkhair.ac.id. Menjadi wisudawati terbaik tak terlintas dalam benak Amelia Abriani Ismail, putri bungsu dari pasangan (Almarhum) Ismail Zainal dan Siti Hawa Conoras selalu membantu meringankan pekerjaan ibunya,  sejak duduk dibangku sekolah dasar. Amelia telah ditinggal pergi oleh Ayahnya dan hidup bersama sang Ibu dan keempat kakaknya, setelah Ayahnya meninggal, Ibu Amelia Siti Hawa Conoras berjualan makanan hanya untuk membiayai pendidikan anak anaknya.

Setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas, Amelia memilih untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, Amelia mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggu Negeri tahun 2016 atau biasa disebut dengan SNMPTN, akhirnya Amelia diterima berdasarkan nilai sekolah yang sangat baik, pilihannya jatuh di Universitas Khairun Fakultas  Ekonomi dan Bisnis.

Awal masuk kuliah Amelia dibiayai oleh Ibu dan Kakak tertuanya Wahyuni Ismail, tak hanya uang pendaftaran sampai uang semesterpun ditanggung oleh kakak dan sang Ibu, keinginan ibu Amelia hanyalah menyekolahkan anak anaknya sampai di perguruan tinggi, menyadari biaya kuliah yang begitu besar, suatu saat pada semester 3, Amelia mencoba mengajukan beasiswa Bidikmisi, dengan nilai IPK di atas 3.00 dan latar belakang ekonomi keluarga, Amelia akhirnya mendapat kesempatan untuk memperoleh bantuan biaya pendidikan Bidikmisi, kesempatan ini tak disia siakan oleh Amelia dengan belajar yang rajin untuk dapat mempertahankan indeks prestasi akademik.

Keseharian Amelia selain kuliah ialah membantu menjaga anak anak dari kakaknya, membaca dan belajar dilakukan setelah aktifitas rumahnya selesai, Amelia biasanya belajar sendiri dirumahnya dia jarang belajar bersama dengan teman teman, jika ada tugas dari Dosen yang harus dikerjakan secara berkelompok barulah Amelia keluar rumah bersama teman temannya. Amelia juga aktif organisasi intra kampus yakni HIMAPRO Akutansi.

Perempuan kelahiran Ternate , 5  Oktober 1998 ini lulus program studi Akutansi Unkhair dengan IPK 3,85 dengan masa studi 3 tahun 4 bulan. Amelia berhasil mempertahankan skripsinya dengan judul “Pengaruh Machiavelian, Love Of Money, Sistem Perpajakan, Tarif Pajak, Pemeriksa Pajak, Diskriminasi Pajak, Teknologi dan Informasi Perpajakan Terhadap Persepsi Etis Penggelapan Pajak, dihadapan para penguji.

Sebagai wisudawati terbaik, Amelia diundang langsung oleh pihak kampus untuk menghadiri prosesi wisuda daring, ini adalah wisuda daring pertama di Universitas Khairun. Karena sesuai protocol kesehatan pencegahan Covid-19 dan dengan pembatasan orang dalam berkegiatan di kampus maka Kakak Amelia tidak bisa hadir bersamanya di aula Nuku Universitas Khairun. Kakak tercinta hanya bisa menyaksikan melalui media live streaming saat Amelia dinobatkan sebagai wisudawati terbaik.

Amelia sangat berterima kasih kepada Ibu dan Kakaknya yang telah banyak berjasa hingga memberi kesempatan untuk melanjutkan studinya di Universitas Khairun, akhirnya keinginan dan doa Ibunda tercinta Siti Hawa Conoras terwujud dengan berhasil menyekolahkan kelima anaknya sampai tingkat Sarjana dan semuanya menjadi alumni di Universitas Khairun. Tepat bulan Maret ibunda Siti Hawa Conoras telah berpulang untuk selamanya, perjuangan Almarhuma Siti Hawa Conoras dan Almarhum Ismail Zainal akhirnya terbayar dengan predikat wisudawati terbaik dengan IPK 3.85 yang diperoleh oleh anak mereka Amelia Abriani Ismial. *Humas

Please follow and like us:
error20

Comments

comments