08 Oct 2026 Humas Berita Dibaca 19 kali

Unkhair Perkuat Jejaring Kemitraan, Dorong Kolaborasi Internasional

Unkhair Perkuat Jejaring Kemitraan, Dorong Kolaborasi Internasional

UNKHAIR, Bagi Universitas Khairun (Unkhair), banyaknya nota kesepahaman (MoU) bukan ukuran utama keberhasilan sebuah kerja sama.

Setiap kemitraan diarahkan menjadi program kolaborasi yang jelas, terukur, berkelanjutan, dan memberi dampak bagi kampus, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat.

Pesan itu disampaikan pada kuliah tamu bertajuk “Strategi Jejaring Kemitraan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri," di Aula Nuku, Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan menghadirkan Guru Besar Bidang Hukum dan Kesejahteraan Sosial Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Prof. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unkhair, Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H, mengatakan jejaring kemitraan menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Unkhair di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Menurut Jamal, kerja sama tidak cukup hanya ditandai dengan penandatanganan MoU. Kemitraan harus dijalankan melalui program yang memberikan manfaat bagi kampus, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat.

“Kerja sama harus dibangun untuk saling menguatkan, saling berbagi, dan menghasilkan manfaat yang nyata. Jejaring yang kuat akan membuka lebih banyak peluang bagi Unkhair untuk berkembang dan meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Prof. Heru, mendorong Unkhair memperluas kolaborasi akademik melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, seminar internasional, hingga pengembangan kompetensi dosen.

Menurutnya, jejaring memungkinkan perguruan tinggi berbagi pengetahuan, pengalaman, sumber daya, dan informasi sekaligus membuka peluang melahirkan program bersama.

“Kita tidak mungkin melakukan semuanya sendiri. Karena itu, jejaring menjadi sangat penting. Dari jejaring inilah lahir kerja sama,” katanya.

Penguatan kemitraan juga diarahkan ke tingkat internasional melalui student exchange, academic mobility, joint research, joint publication, seminar internasional, serta pengembangan kapasitas sivitas akademika.

Prof. Heru, mengingatkan agar kemitraan dibangun berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing pihak.

Sebagai perguruan tinggi di wilayah kepulauan, Unkhair memiliki potensi kolaborasi di bidang pertanian, perikanan, kelautan, pendidikan, teknologi, kewirausahaan, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Guru Besar Bidang Hukum dan Kesejahteraan Sosial FH UI, itu menegaskan keberhasilan kemitraan tidak cukup diukur dari banyaknya MoU atau perjanjian kerja sama yang dimiliki.

"Yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama itu diimplementasikan dan memberikan dampak,”tuturnya.

Karena itu, unit kerja di lingkungan Unkhair didorong lebih aktif mengidentifikasi calon mitra, dan mengembangkan kerja sama sesuai kebutuhan fakultas, program studi, lembaga, maupun universitas. (*)

Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Fai