21 Jul 2026 Humas Berita Dibaca 73 kali

Unkhair dan APHI Teken MoU, Dorong Magang Mahasiswa hingga Pengembangan Hutan Pendidikan

Unkhair dan APHI Teken MoU, Dorong Magang Mahasiswa hingga Pengembangan Hutan Pendidikan

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) perluas jejaring kemitraan di sektor kehutanan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), di Aula Nuku, Kampus II Unkhair, Ternate, Selasa (21/7/2026).

Usai MoU, Fakultas Pertanian (Faperta) Unkhair dan APHI melanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kegiatan itu dirangkaikan dengan kuliah umum "Pengelolaan Hutan dan Industri Hasil Hutan Indonesia".

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dan dunia usaha kehutanan.

Menurut Dr. Hasan, Unkhair butuh kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kerja sama ini akan membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang dan meningkatkan kompetensi. Bagi dosen, kolaborasi ini juga mendukung pelaksanaan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Saat ini, kata Dr. Hasan, Unkhair memiliki sekitar 16.000 mahasiswa yang tersebar di delapan fakultas, satu program pascasarjana, dan 54 program studi. Selain itu, Unkhair juga mengelola kawasan Hutan Pendidikan seluas sekitar 500 hektare yang diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan penelitian kehutanan di Maluku Utara.

Ketua Umum APHI, Dr. Ir. H. Soewarso, M.Si., IPU, mengatakan penandatanganan MoU dengan Unkhair menjadi langkah berbeda dibandingkan agenda roadshow APHI di berbagai daerah.

"Biasanya kami berdiskusi lebih dulu dengan perguruan tinggi, baru kemudian menyusun MoU. Di Unkhair, prosesnya langsung dilakukan. Ini terobosan yang baik dan mempercepat kolaborasi," katanya.

Ia menjelaskan, APHI tengah melakukan roadshow ke berbagai wilayah di Indonesia untuk memperkuat kapasitas perusahaan anggota, sekaligus membangun kemitraan dengan perguruan tinggi.

Dr. Soewarso, menyebut industri kehutanan kini telah bertransformasi dari yang semula berorientasi pada produksi kayu menjadi pengelolaan bentang alam, dan ekosistem secara berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia berharap, mahasiswa Unkhair dapat memanfaatkan peluang magang, hingga bekerja di perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang beroperasi di Maluku Utara.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Pertanian Unkhair terpilih, Ir. Lily Ishak, M.Si., M.Nat.Res., Ph.D, menyampaikan kerja sama APHI akan mendukung pengembangan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 500 hektare, yang telah dihibahkan Kementerian Kehutanan kepada Unkhair.

Saat ini, kawasan itu memasuki tahap penetapan batas sebelum dilakukan penyusunan zonasi dan identifikasi potensi sumber daya alam.

Lily menjelaskan, Faperta telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan melalui pembangunan teaching factory berbasis agroforestri pada lahan percontohan seluas 5–10 hektare.

Konsep itu akan mengintegrasikan koleksi komoditas unggulan Maluku Utara, seperti Kelapa Dalam Takome, Kelapa Bido Morotai, kopi, aren, dan berbagai tanaman lokal lainnya. Kawasan itu juga akan dilengkapi pusat pelatihan, pengolahan hasil, serta menjadi lokasi pendidikan, penelitian, konservasi, dan wisata edukasi.

Menurutnya, pengembangan KHDTK membutuhkan dukungan berbagai pihak, sehingga kemitraan dengan APHI diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kawasan hutan pendidikan yang produktif, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. (*)

Kontributor: Chessa |Editor: Polo |Foto: Fai