20 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 23 kali

Unkhair-BUMD Haltim Jalin Kerja Sama, Dorong Lulusan Ambil Peran di Industri Nikel

Unkhair-BUMD Haltim Jalin Kerja Sama, Dorong Lulusan Ambil Peran di Industri Nikel

UNKHAIR, Ekspansi industri nikel di Maluku Utara mendorong Universitas Khairun (Unkhair) dan Badan Usaha Milik Daerah Perusahaan Daerah (BUMD PD) Perdana Cipta Mandiri, Kabupaten Halmahera Timur, menjalin kerja sama menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal menghadapi industri berbasis mineral.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di Ruang Senat Universitas, Lantai III Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Kamis (20/8/2026).

Penandatanganan MoU turut dihadiri Wakil Rektor III Unkhair Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H, Kepala LPPM Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, para dekan dan wakil dekan. Hadir pula Direktur Utama PD Perdana Cipta Mandiri Halmahera Timur Ir. Tartum, Direktur Umum Said Mustafa, Direktur Operasional Mamat Jalil, serta Direktur Pengawasan Mudafir Lambutu.

Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, menyampaikan, perguruan tinggi perlu menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri mineral, melalui penguatan laboratorium, pembaruan kurikulum, sertifikasi profesi, dan peningkatan praktik mahasiswa di dunia industri.

Menurutnya, kompetensi di bidang geologi, metalurgi, dan teknik kimia perlu dikembangkan secara terintegrasi agar lulusan mampu menjawab kebutuhan industri nikel.

Unkhair, kata Prof. Abdullah, juga sedang mengkaji kemungkinan membuka program studi (prodi) baru yang lebih spesifik mendukung kebutuhan industri mineral di Maluku Utara.

"Ini tantangan bagi kami untuk merancang kurikulum baru, agar lulusan kami bisa menguasai ketiga hal itu sesuai kebutuhan industri nikel," ujarnya.

Prof. Abdullah, berharap, kerja sama BUMD PD Perdana Cipta Mandiri tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tapi diwujudkan melalui program konkret, seperti riset pertambangan, penguatan laboratorium, pengembangan kurikulum, sertifikasi kompetensi, praktik industri, hingga penyerapan lulusan.

"Mudah-mudahan apa yang kita hasilkan hari ini bermanfaat bagi mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), dan dosen-dosen kita," harapnya.

Direktur Utama BUMD PD Perdana Cipta Mandiri Halmahera Timur, Ir. Tartum, menjelaskan keterlibatan Unkhair, penting untuk memastikan putra-putri daerah ikut mengambil peran dalam perkembangan industri pertambangan.

"Kami ingin Unkhair terlibat agar sarjana-sarjana kita bisa terserap sebagai tenaga kerja lokal. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di piring sendiri," ujarnya.

Tartum, menyebut perkembangan industri besar di Halmahera Timur, harus diimbangi dengan kesiapan SDM lokal. Unkhair diharapkan, berperan dalam riset, kajian, pengembangan teknologi, reklamasi, serta penyiapan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2025, BUMD yang mendapat penugasan pengusahaan pertambangan diwajibkan bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat.

"Skema tersebut, pembagian keuntungan ditetapkan sebesar 60 persen untuk perguruan tinggi dan 40 persen untuk BUMD," jelasnya.

Ia berharap, kerja sama ini menghasilkan program yang memberi manfaat bagi daerah, mulai dari kajian bagi hasil, reklamasi, pengembangan SDM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Halmahera Timur. (*)

Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa