08 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 33 kali

Tim Gabungan LPMPP-LPPM-PPS Tundukkan BPKU 2-1, Duel Panas Diwarnai Kartu

Tim Gabungan LPMPP-LPPM-PPS Tundukkan BPKU 2-1, Duel Panas Diwarnai Kartu

UNKHAIR, Tim gabungan LPMPP, LPPM dan PPS Unkhair keluar sebagai pemenang dalam duel panas Mini Soccer Dies Natalis ke-62 Universitas Khairun (Unkhair). Menghadapi BPKU Unkhair, mereka mengunci kemenangan 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung keras, terbuka, dan penuh tekanan hingga peluit akhir.

Sejak menit awal, kedua tim langsung terlibat permainan dengan tempo tinggi. Tekel beradu, perebutan bola berlangsung ketat, sementara benturan antar pemain beberapa kali terjadi.

Match official Husen Iskandar Alam dari Komite Wasit Askot Ternate, harus bekerja ekstra menjaga pertandingan tetap berada dalam koridor permainan.

Tim gabungan LPMPP, LPPM dan PPS yang dipimpin Dr. Rusman dari pinggir lapangan menempatkan Ardi (30) sebagai penjaga gawang. Di lini belakang, Anhar Sangaji (13) tampil agresif. Ia tidak hanya bertugas mengamankan pertahanan, tetapi juga berani naik membantu serangan.

Anhar Sangaji menjadi pemecah kebuntuan. Berawal dari pelanggaran BPKU, pemain bernomor punggung 13 itu maju mengambil tendangan bebas. Sepakan kerasnya menembus pertahanan BPKU dan mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk LPMPP-LPPM-PPS. Gol tersebut membuat laga seketika terbuka.

BPKU tak punya pilihan selain keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan. BPKU di bawah arahan Coach Abdul Khalid, merespons dengan meningkatkan tekanan. Sulfin Saha menjadi penjaga gawang, sementara para pemain BPKU mencoba membongkar pertahanan lawan melalui duel-duel cepat.

Intensitas permainan yang meningkat membuat Husen Iskandar Alam semakin sibuk. Match official tersebur tidak ragu mengeluarkan kartu ketika kontak fisik mulai melewati batas.

Anhar Sangaji (13), pemain pertama yang diganjar kartu kuning. Tak lama kemudian, kartu kuning kembali diberikan kepada Usman Bakar (3), pemain belakang BPKU, setelah menjegal lawan dari belakang.

Dua kartu kuning itu menjadi peringatan keras bagi kedua kubu. Pertandingan tetap berjalan sengit, tetapi para pemain harus lebih berhitung dalam melakukan tekel dan kontak fisik.

LPMPP-LPPM-PPS justru mampu memanfaatkan situasi pada babak kedua. Mufti (8) menemukan ruang dan mencetak gol kedua, 2-0.

BPKU berada dalam posisi tertekan. Tidak ada pilihan, selain bermain lebih menyerang. Mereka mulai mengurung pertahanan LPMPP-LPPM-PPS, dan memaksa Ardi bekerja lebih keras di bawah mistar.

Ardi tampil tenang. Beberapa ancaman BPKU mampu diredam. Namun, tekanan yang terus datang akhirnya menghasilkan celah. Menjelang akhir babak kedua, Sahril Ade (9) mencetak gol untuk BPKU, 2-1.

Seketika pertandingan kembali terbuka. BPKU mendapatkan kepercayaan diri untuk mengejar gol penyama, sementara LPMPP-LPPM-PPS harus menjaga keunggulan hanya dengan selisih satu gol.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Anhar Sangaji, pencetak gol pertama, mengalami benturan dengan Rahadian H. Kader (7) dari BPKU.

Anhar terjatuh, dan harus mendapatkan perawatan. Cedera itu membuat pemain bernomor punggung 13, itu tidak mampu meneruskan pertandingan, dan akhirnya digotong keluar lapangan.

BPKU terus menekan. Mereka memburu satu gol untuk memaksa pertandingan kembali imbang. LPMPP-LPPM-PPS bertahan dengan seluruh konsentrasi yang tersisa. Namun, gol kedua BPKU tidak pernah datang hingga peluit panjang.

Selepas laga, rangkaian seremoni penghargaan sebagai penutup pertandingan. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Unkhair, Hi. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, menyerahkan penghargaan Pemain Terbaik kepada Gugun (11) dari tim gabungan LPMPP, LPPM dan PPS Unkhair.

Penghargaan Top Skor diberikan kepada Iksan (13) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak dengan koleksi delapan gol. Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua Panitia Dies Natalis ke-62 Unkhair, Dr. Zulkifli Zam Zam. 

Sementara, penghargaan Kiper Terbaik diberikan kepada Ardi (30) dari tim gabungan LPMPP, LPPM dan PPS Unkhair. Penghargaan diserahkan oleh Dr. Abdul Kadir Kamaluddin.

Usai menyerahkan penghargaan, Hi. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah menjaga semangat kompetisi, dan sportivitas sepanjang pertandingan.

Menurut Jamal, Mini Soccer Dies Natalis ke-62 Unkhair, bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai pemenang. Pertandingan juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat sportivitas, serta mempererat silaturahmi antar satuan kerja di lingkup Unkhair.

Ia mengapresiasi kedua tim yang tetap berjuang hingga peluit akhir, meski pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi, dan diwarnai benturan serta tekanan. (*)

 

Kontributor: Acil |Editor: Polo |Foto: Chessa