24 Jun 2026 Humas Post Dibaca 27 kali

Pendampingan ACQUIN, Unkhair Matangkan 13 Prodi FKIP Menuju Akreditasi Internasional

Pendampingan ACQUIN, Unkhair Matangkan 13 Prodi FKIP Menuju Akreditasi Internasional

UNKHAIR,–Universitas Khairun (Unkhair) resmi memulai menuju akreditasi internasional melalui Pendampingan dan Asesmen Awal Kesiapan Akreditasi Internasional ACQUIN, bertempat di Aula Mini Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Ternate, Rabu (24/6/2026).

Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) merupakan lembaga akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi yang berbasis di Jerman.

Lembaga ini, salah satu badan akreditasi internasional yang menilai kualitas program studi (prodi) maupun institusi pendidikan tinggi berdasarkan standar global. 

Kegiatan ini difokuskan pada pemetaan kesiapan 13 Prodi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai tahap awal mengikuti akreditasi internasional ACQUIN.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, mengatakan akreditasi internasional merupakan langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Unkhair dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing internasional berbasis kepulauan dan kemaritiman,” ujar Prof. Abdullah, saat membuka kegiatan.

Menurutnya, asesmen awal menjadi tahapan penting untuk memetakan kondisi riil institusi dalam memenuhi standar mutu internasional. Melalui proses tersebut, Unkhair dapat mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperkuat.

Akreditasi internasional ini, kata Prof. Abdullah, Unkhair harus menyiapkan sekitar 117 dokumen pendukung yang mencakup data dan bukti pemenuhan standar mutu. Sebagian besar dokumen berada di tingkat universitas, sementara lainnya berada di level fakultas dan prodi.

Karena itu, ia menjelaskan keberhasilan akreditasi internasional membutuhkan sinergi seluruh unsur di Unkhair, mulai dari universitas, fakultas hingga prodi.

Prof. Abdullah menambahkan, tujuan utama akreditasi internasional bukan sekadar memperoleh pengakuan global, melainkan membangun budaya mutu yang berkelanjutan dalam tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan kemahasiswaan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.

“FKIP menjadi langkah awal. Ke depan, kami berharap seluruh fakultas memiliki gambaran dan kesiapan yang sama untuk mengikuti proses akreditasi internasional,” harapnya.

Agenda pendampingan ini menghadirkan mentor akreditasi internasional, Hendy Santosa, S.T., M.T., Ph.D, yang memberikan asesmen awal serta pemetaan kesiapan prodi dalam menghadapi akreditasi internasional ACQUIN. (*)

Kontributor: Acil |Editor: Polo |Foto: FKIP