04 Sep 2026 Humas Berita Dibaca 34 kali

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Mahasiswa Unkhair, 500 Rekening Efek Dibuka

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Mahasiswa Unkhair, 500 Rekening Efek Dibuka

UNKHAIR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan bagi mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) melalui Sosialisasi, dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Ternate, Jumat (4/9/2026).

Program itu menjadi bagian dari upaya OJK memperluas pemahaman mahasiswa tentang pasar modal, pengelolaan keuangan, serta pencegahan investasi dan pinjaman daring ilegal.

Turut hadir, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Khairun Dr. H. Irfan Zamzam, S.E., M.Sc., Ak., CA., CFA, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H, para dekan, kepala biro, dosen, serta ratusan mahasiswa Unkhair.

Kegiatan tersebut melibatkan Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Salah satu agenda utamanya, pembukaan 500 rekening efek bagi mahasiswa sebagai langkah memperluas akses investasi yang legal dan berorientasi jangka panjang.

Selain itu, dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara OJK dan Unkhair, serta penyerahan bantuan sarana teknologi informasi melalui program CSR Pasar Modal Indonesia.

Nota kesepahaman ditandatangani Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M. bersama Direktur Kliring, Penjaminan, dan Pengawasan PT KPEI, Satya Birawa.

Kerja sama ini mencakup peningkatan literasi dan inklusi keuangan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dukungan program magang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, serta pengembangan ekonomi dan keuangan daerah.

Rektor Unkhair Prof. Abdullah W. Jabid mengatakan literasi keuangan harus berkembang seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam setiap keputusan investasi. 

"Mahasiswa jangan hanya menjadi generasi yang melek digital, tetapi juga melek finansial. Pengetahuan tentang saham, portofolio, laporan keuangan, return, dan risiko harus diterjemahkan menjadi kemampuan mengambil keputusan secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab," ujarnya.

Ia menegaskan pembukaan 500 rekening efek tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran investasi melalui Galeri Investasi BEI Unkhair.

Kampus, kata Prof. Abdullah, harus menjadi ruang yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik investasi di pasar modal.

Prof. Abdullah, berharap kerja sama dengan OJK menghasilkan program berkelanjutan, mulai dari edukasi keuangan, riset, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga pengabdian kepada masyarakat dalam semangat Kampus Berdampak.

Wakil Gubernur Maluku Utara, H Sarbin Sehe, menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya pola pikir ingin memperoleh keuntungan secara instan dan pesatnya arus informasi digital yang kerap dimanfaatkan pelaku investasi ilegal.

Menurut Sarbin, masyarakat harus dibekali kemampuan membedakan investasi yang sehat dengan penawaran yang menjanjikan keuntungan di luar kewajaran.

Sementara, Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, mengungkapkan tingkat literasi pasar modal Indonesia pada 2026 baru mencapai 14,69 persen. Rendahnya angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami instrumen investasi secara benar.

Eddy mengatakan mayoritas investor pasar modal di Indonesia berasal dari kelompok usia muda. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk investor yang memahami risiko, memilih instrumen investasi yang legal, dan terhindar dari praktik investasi ilegal.

Ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yakni legal dan logis, sebelum mengambil keputusan investasi.

Sosialisasi dirangkaikan juga kuliah umum yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional. Antara lain Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi, Direktur KPEI Satya Birawa, Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 dan Pasar Modal Regional OJK Evie Sulistiyani, Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, serta Dosen dan Pengelola Galeri Investasi BEI Unkhair, Iqbal M. Aris Ali. (*)

Peliput: Allya, Tyta & NayaNaya |Laporan: Acil & Ina |Editor: Polo |Foto: Chessa