29 Sep 2026 Humas Berita Dibaca 27 kali Misinformasi dan Penipuan Jadi Sorotan Customs Goes to Campus di Unkhair UNKHAIR, Kantor Bea Cukai Ternate, menyoroti maraknya misinformasi dan penipuan mengatasnamakan petugas. Hal itu menjadi salah satu fokus dalam Customs Goes to Campus di Universitas Khairun (Unkhair), Selasa (29/9/2026). Agenda tersebut berlangsung di Aula Nuku, Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan. Kegiatan bertajuk "Melawan Misinformasi, Membangun Kolaborasi". Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Unkhair, Hi. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, mengatakan Customs Goes to Campus menjadi momentum memperkuat kerja sama Unkhair dan Bea Cukai Ternate. "Kerja sama ini tidak hanya sebatas sosialisasi. Ke depan, bisa dikembangkan melalui edukasi, penguatan literasi kepabeanan dan cukai, serta berbagai kegiatan bersama," ujar Jamal saat membuka kegiatan. Menurutnya, Unkhair terbuka untuk menjalin kerja sama berkelanjutan, termasuk melalui Memorandum of Understanding (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), program magang mahasiswa, maupun kegiatan kolaboratif lainnya. "Kami sangat membutuhkan mitra kerja sama untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi, termasuk peningkatan akreditasi dan indikator kinerja utama," katanya. Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Yomi Burhanudin, menyampaikan kehadiran bea cukai di Unkhair tidak sekedar mengenalkan tugas dan fungsi, tetapi juga membuka ruang dialog dan peluang kerja sama. Yomi menjelaskan, Bea Cukai memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai pemungut penerimaan negara (revenue collector), pelindung masyarakat dari peredaran barang ilegal (community protector), fasilitator perdagangan (trade facilitator), serta pendukung pengembangan industri dan ekspor (industrial assistance). "Bea Cukai tidak hanya berada di pelabuhan. Kami juga memiliki peran dalam mendukung investasi, perdagangan dan pengembangan produk daerah," katanya. Ia juga mendorong mahasiswa agar lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. "Jangan langsung sharing, tetapi saring dulu. Pastikan informasi itu objektif, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Yomi. Mahasiswa juga mendapat edukasi tentang modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Yomi meminta mahasiswa mewaspadai pesan yang mencatut nama petugas, terutama jika menggunakan nomor telepon atau rekening pribadi. Pada sesi pemaparan, Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai serta Dukungan Teknis Bea Cukai Ternate, Yudha Saputra, menjelaskan Bea Cukai berperan sebagai pengawas sekaligus memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada masyarakat serta pelaku usaha. Menurut Yudha, fungsi kepabeanan mencakup pengawasan arus barang yang masuk dan keluar dari daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. Sementara cukai merupakan pungutan negara terhadap barang kena cukai, seperti etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau. Bea Cukai juga memberikan dukungan kepada UMKM melalui edukasi, pendampingan, konsultasi ekspor serta fasilitas kepabeanan. Pendampingan tersebut diarahkan agar produk lokal dapat berkembang dari pasar daerah menuju pasar global. Materi lainnya disampaikan Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Ternate, Ary Patria Sanjaya, terkait kewaspadaan terhadap penipuan. Ary menyebut hingga Agustus 2026 terdapat 4.127 laporan penipuan melalui Bravo Bea Cukai 1500225. Sementara di Bea Cukai Ternate tercatat delapan laporan penipuan hingga September 2026. Modus yang ditemukan, antara lain penipuan berkedok hadiah atau hubungan asmara, belanja online, lelang barang sitaan, jasa membuka blokir IMEI, hingga permintaan uang dengan alasan barang atau uang tertahan di Bea Cukai. Ia mengingatkan masyarakat mengenali ciri penipuan, seperti penggunaan nomor pribadi, rekening pribadi, dokumen palsu, ancaman denda atau penjara, serta foto petugas yang digunakan tanpa hak. Masyarakat diminta menerapkan prinsip S-C-L Stop, Cek, Laporkan. Jangan terburu-buru melakukan pembayaran, verifikasi informasi melalui kanal resmi Bea Cukai, dan laporkan jika menemukan dugaan penipuan. Bea Cukai juga mengajak masyarakat mengenali kanal resmi melalui situs dan media sosial resmi Bea Cukai, serta melakukan konfirmasi melalui layanan Bravo Bea Cukai 1500225. (*) Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Chessa