09 Sep 2026 Humas Berita Dibaca 43 kali Kuliah Tamu Magister Ilmu Pertanian Unkhair, Bahas Implementasi Asta Cita di Negeri Rempah UNKHAIR, Program Studi Magister Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Khairun (Unkhair) menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Ir. Thamrin Marsaoly, SP., M.Sc, pada kuliah tamu di Gedung SBSN Unkhair, Rabu (9/9/2026). Kuliah tamu mengusung tema "Mendaratkan Asta Cita di Negeri Rempah," itu diikuti mahasiswa S1 dan Magister Ilmu Pertanian Unkhair. Direktur Pascasarjana Unkhair, Dr. Ir. Abdul Gaus, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng, menyampaikan perguruan tinggi perlu melahirkan inovasi yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi menghasilkan produktivitas dan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, potensi sumber daya alam (SDA) Maluku Utara perlu dikelola melalui ilmu pengetahuan dan inovasi agar memberi dampak terhadap pembangunan daerah. "Inovasi harus menghasilkan produktivitas dan memberikan dampak kepada masyarakat. Harapannya, Maluku Utara kembali menjadi pusat pertumbuhan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki," ujarnya. Abdul Gaus, berharap mahasiswa dapat memahami bagaimana arah pembangunan nasional diterjemahkan hingga ke tingkat daerah, termasuk desa, sekolah, wilayah pesisir, dan kawasan pelosok. Kepa Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, mengatakan Asta Cita perlu diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan, dan karakteristik daerah. "Asta Cita harus berhenti menjadi wacana di tingkat pusat. Kebijakan nasional harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat di Kota Ternate," katanya. Ia menjelaskan, sejumlah program pembangunan di Kota Ternate diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas rempah, seperti pala dan cengkeh, pengembangan UMKM, pembangunan berbasis kepulauan, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Sebagai kota kepulauan, kata Thamrin, Ternate menghadapi tantangan pemerataan layanan publik, pengelolaan sampah, perlindungan kawasan Gunung Gamalama, serta pelestarian wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar. Terpisah, Koordinator Prodi Magister Ilmu Pertanian Unkhair, Prof. Dr. Ir. Yusri Sapsuha, S.Pt., M.Sc., IPM, menilai kuliah tamu bagian dari upaya memperkaya wawasan mahasiswa melalui pengalaman praktis dari pejabat dan praktisi. "Materi yang disampaikan sangat relevan karena memberikan gambaran tentang keterkaitan kebijakan pembangunan nasional dengan implementasinya di daerah," ujar. Ia berharap, wawasan tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan pertanian dan potensi wilayah Maluku Utara. (*) Laporan: Aliya & Ina |Peliput: Naya & Tyta |Editor: Polo |Foto: Chessa