04 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 22 kali Hadirkan Pakar UGM dan Duke University, FKIK Unkhair Kupas Penyakit Kornea di Wilayah Pesisir UNKHAIR, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun (FKIK Unkhair) terus memperkuat kualitas pendidikan kedokteran melalui penyelenggaraan kuliah tamu internasional, diikuti lebih dari 100 mahasiswa Program Studi (Prodi) Kedokteran dan Prodi Pendidikan Profesi Dokter. Kegiatan ini jadi wadah untuk memperkaya wawasan peserta mengenai deteksi dini, penanganan, hingga sistem rujukan penyakit kornea yang banyak dijumpai pada masyarakat pesisir. Kuliah tamu mengangkat tema "Update Penyakit Kornea pada Masyarakat Pesisir: Dari Pencegahan hingga Rujukan yang Tepat," itu, berlangsung di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unkhair. Dekan FKIK Unkhair, Dr. dr. Andi Sitti Nur Afiah, Sp.PK., M.Kes, Selasa (4/8/2026), menjelaskan kuliah tamu bagian dari komitmen FKIK dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan. Menurut Dr. dr. Andi Sitti Nur Afiah, kesempatan bagi mahasiswa, dan dosen untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan penanganan penyakit kornea, yang banyak ditemukan pada masyarakat pesisir. "Kami berharap, kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tapi terus berkembang melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan mata," harapnya. Kegiatan ini hasil kolaborasi FKIK Unkhair dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK UGM). Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM, Prof. dr. Muh. Bayu Sasongko, M.Epid., Ph.D., Sp.M, mengapresiasi penyelenggaraan kuliah tamu tersebut. Ia menjelaskan, masyarakat pesisir memiliki tantangan tersendiri terhadap kesehatan mata, akibat karakteristik lingkungan yang berbeda. Bagi, Prof. Muh. Bayu Sasongko, dokter umum sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, perlu memiliki kemampuan mengenali penyakit kornea sejak dini, agar penanganan dan rujukan dapat dilakukan secara tepat. "Kami berharap, kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Khairun terus berkembang, khususnya untuk pelayanan kesehatan mata di kawasan timur Indonesia," harapnya. Kegiatan ini, peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber, yakni Dr. dr. Reny Setyowati, Sp.M, yang membahas dampak paparan sinar ultraviolet, dan lingkungan pesisir terhadap kesehatan mata. Sementara, Lloyd Williams, MD, Ph.D, ahli bedah kornea dari Duke University, Amerika Serikat, memaparkan mengenai kegawatdaruratan kornea, tata laksana, hingga manajemen bedah kornea. Sedangkan, dr. Muh. Nafis Sabirin Mara, Sp.M, menjelaskan perkembangan transplantasi kornea, dan peran bank mata di Indonesia. Kuliah tamu, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyakit kornea yang banyak ditemukan di wilayah pesisir, mulai dari faktor risiko, deteksi dini, penanganan awal, hingga sistem rujukan untuk mencegah gangguan penglihatan permanen dan kebutaan. Antusias peserta terlihat pada sesi diskusi, di mana mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait tantangan pelayanan kesehatan mata di Indonesia serta perkembangan teknologi di bidang oftalmologi. Ketua Panitia, dr. Nurmala Dewi, MHPE, menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang memiliki komitmen meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran di Maluku Utara. Menurutnya, sebagai institusi pendidikan kedokteran di wilayah kepulauan, FKIK Unkhair memiliki tanggung jawab membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Penyakit kornea pada masyarakat pesisir, salah satu isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, kami menghadirkan para pakar agar mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari ahli yang berpengalaman di tingkat nasional maupun internasional," ucapnya. dr. Nurmala, yang juga merupakan anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), berharap kegiatan itu menjadi awal penguatan jejaring akademik antara Unkhair dan UGM. Ia menilai, jejaring alumni memiliki potensi besar, dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan cinderamata kepada para narasumber, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (*) Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Istimewa