02 Jul 2026 Humas Post Dibaca 33 kali

FKIP Unkhair Teken PKS dengan SMKN 1 Ternate, Perkuat PPG hingga Kompetensi Guru

FKIP Unkhair Teken PKS dengan SMKN 1 Ternate, Perkuat PPG hingga Kompetensi Guru

UNKHAIR,—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun (FKIP-Unkhair) perkuat kemitraan dengan SMK Negeri 1 Kota Ternate melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengembangan Tamatan. 

Kerja sama itu mendukung pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan mutu pendidikan vokasi di Maluku Utara.

PKS berlangsung di sela-sela sosialisasi program pendidikan, bertajuk "Bersama Mewujudkan Pendidikan Berkualitas untuk Masa Depan Gemilang," yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara (Dikbud-Malut), di Ruang Rapat SMKN 1 Kota Ternate, Kamis (2/7/2026). 

Dekan FKIP Unkhair, Prof. Dr. Abdu Mas'ud, S.Pd., M.Pd, mengatakan kerja sama itu tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Unkhair dan Dikbud Malut, pada 2023, lalu. 

"Implementasinya kini diwujudkan melalui PKS dengan sekolah, dan SMKN 1 Kota Ternate menjadi salah satu mitra yang menandatangani kerja sama" katanya.

Prof. Abdu, menyebut ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan PPG, penugasan guru pamong, PPL, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah bersama antara dosen dan guru, serta pengembangan kompetensi guru profesional. 

Ia menjelaskan, keberadaan guru pamong di SMKN 1 Kota Ternate mendukung pelaksanaan PPL dan PPG mahasiswa FKIP Unkhair. Selain memberikan pengalaman belajar di sekolah, kerja sama itu juga membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi ilmiah antara dosen dan guru. 

"Kami berharap, program PPG FKIP Unkhair dapat meraih predikat unggul melalui penguatan kemitraan dengan sekolah-sekolah mitra," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, M.Si, menambahkan, peningkatan mutu pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, dan industri. 

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong penguatan program teaching factory dan kemitraan dengan industri agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai  kebutuhan dunia kerja.

"Kami ingin menggerakkan dunia industri agar terlibat dalam percepatan peningkatan mutu dan kompetensi lulusan SMK. Kolaborasi ini menjadi modal penting untuk membangun pendidikan vokasi yang lebih berkualitas," katanya.

Saat ini, Dr. Abubakar mengaku Malut masih menghadapi kekurangan sekitar 1.678 guru, termasuk 334 guru produktif SMK dan 277 guru Bimbingan Konseling. 

Karena itu, lanjutnya sinergi dinilai menjadi kunci mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

"Kolaborasi adalah kunci. Jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kompetensi lulusan akan lebih mudah diwujudkan," pungkasnya. (*)

Kontributor: Acil |Editor: Polo |Foto: FKIP Unkhair