13 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 73 kali

Dosen Unkhair Titip Sejumlah Persoalan Kamtibmas kepada Kapolda Malut

Dosen Unkhair Titip Sejumlah Persoalan Kamtibmas kepada Kapolda Malut

UNKHAIR, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara bersama Forum Dosen Universitas Khairun (FDU) membahas sejumlah persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), mulai dari pertambangan, ketahanan pangan, pemerataan personel, keamanan laut, hingga kejahatan siber.

Pertemuan berlangsung di Kantor Polda Maluku Utara, Jl. Kapitan Pattimura, Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, pada Kamis, (13/8/2026).

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, menerima langsung rombongan Forum Dosen Unkhair. Ia didampingi Karo Ops Kombes Pol. Teguh Kariyadi dan sejumlah pejabat utama Polda Malut. 

Ketua Forum Dosen Unkhair, Dr. Muamar Abd. Halil, S.Pd., M.Pd, menempatkan Kamtibmas sebagai fondasi pembangunan.

Maluku Utara, terdiri atas banyak pulau membutuhkan jangkauan pelayanan keamanan yang tidak berhenti di pusat-pusat perkotaan.

Sejumlah dosen kemudian menyampaikan persoalan yang mereka temui di tengah masyarakat.

Nurdin I. Muhammad, S.E., M.Si, mengangkat, persoalan pangan. Ia mendorong penguatan Satgas Pangan, dan pengawasan harga agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Persoalan geografis, Dr. Faisal Malik, S.H., M.H, mendorong pemerataan dan penambahan personel kepolisian di wilayah pelosok, agar pelayanan keamanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Dr. Aziz Hasyim, S.E., M.Si, menyoroti kendaraan berpelat nomor luar daerah, serta kepatuhan pembayaran pajak.

Penertiban administrasi kendaraan dinilai berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan dan rasa keadilan.

Ia juga menyinggung pertambangan. Kekayaan mineral Maluku Utara, di satu sisi, menjadi sumber ekonomi. Namun di sisi lain, aktivitasnya menyimpan potensi konflik apabila tidak disertai pengawasan, dan rasa keadilan bagi masyarakat.

Isu keamanan laut turut menjadi perhatian. Dr. Nurhalis Wahidin, S.P., M.Sc, mendorong penegakan hukum terhadap praktik illegal fishing.

 Pengawasan perairan dinilai penting untuk melindungi sumber penghidupan masyarakat pesisir. Sementara, Dr. M. Tahrim Imam, S.E., M.Si, mendorong kerja sama Unkhair, dan Polda Maluku Utara dalam penanganan tindak pidana korupsi.

Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui kajian akademik untuk memperkuat perspektif dalam proses penegakan hukum.

Ancaman Kamtibmas juga bergeser ke ruang digital. Dr. Suwarti, S.H., M.H, menyatakan judi daring, penipuan berkedok arisan, dan pinjaman online yang merugikan masyarakat.

Penguatan literasi digital, lanjut Dr. Suwarti, adanya penindakan terhadap pelaku kejahatan siber. 

Masyarakat, kata dia, perlu dibekali kemampuan mengenali berbagai modus kejahatan yang berkembang di ruang digital.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengapresiasi berbagai masukan tersebut. Ia menyatakan seluruh pandangan para dosen akan dicatat, dipelajari, dan ditindaklanjuti bersama jajaran Polda Maluku Utara.

Arif menilai keterlibatan akademisi penting untuk memperluas perspektif kepolisian dalam membaca persoalan Kamtibmas. Karena itu, kerja sama antara Polda Malut, dan Unkhair akan terus diperkuat.

Pertemuan itu menunjukkan bahwa Kamtibmas tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Persoalannya merentang dari pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, pangan, keamanan laut, pemerataan pelayanan hingga ancaman kejahatan digital. (*)

Rilis: FDU |Editor: Polo |Foto: Istimewa