30 Jul 2026 Humas Berita Dibaca 18 kali

Bahas Standar ISO 17025:2017, Wakil Rektor I Unkhair Sebut Validasi Metode Jadi Kunci Mutu Laboratorium

Bahas Standar ISO 17025:2017, Wakil Rektor I Unkhair Sebut Validasi Metode Jadi Kunci Mutu Laboratorium

UNKHAIR, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, menegaskan verifikasi dan validasi metode menjadi fondasi utama dalam menjamin mutu laboratorium sesuai standar SNI ISO/IEC 17025:2017.

Hal itu disampaikan saat membuka Seminar dan Workshop Verifikasi dan Validasi Metode yang diselenggarakan di Gamalama C Meeting Room, Bella Hotel Ternate, Kamis (30/7/2026). 

Diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari Unkhair, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU Ternate, Poltekkes Kemenkes Ternate, IAIN Ternate, laboratorium pemerintah, balai pengujian, hingga perusahaan di Maluku Utara. 

Seminar digelar melalui kolaborasi UPA Laboratorium Terpadu Unkhair, bersama PT. Soulab Teknindo Gemilang, PT. Solusi Insan Daya Gemilang, dan PT. Mettler Toledo Indonesia. 

Dr. Hasan Hamid, mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi telah mengubah sistem pengujian laboratorium di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pangan, lingkungan, pertambangan, kelautan hingga industri.

Laboratorium, kata Dr. Hasan Hamid, saat ini tidak cukup hanya menghasilkan data pengujian, tetapi juga harus mampu menjamin bahwa data tersebut valid, akurat, presisi, dapat ditelusuri (traceable), dan diakui secara nasional maupun internasional.

"Verifikasi dan validasi metode merupakan fondasi utama sistem penjaminan mutu laboratorium. Kedua proses ini memastikan metode analisis yang digunakan benar-benar sesuai dengan tujuan penggunaannya, memenuhi persyaratan teknis, serta menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," ujarnya. 

Ia menjelaskan, penerapan verifikasi dan validasi metode merupakan bagian penting dari implementasi SNI ISO/IEC 17025:2017 tentang persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi.

Menurut Dr. Hasan Hamid, standar tersebut telah menjadi acuan internasional dalam membangun laboratorium yang kompeten, terpercaya, dan memiliki daya saing global.

"Sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi menuju universitas riset yang unggul dan berdampak, Unkhair menempatkan laboratorium sebagai salah satu pilar strategis pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi," katanya.

Ia mengatakan laboratorium kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat praktikum mahasiswa.

"Laboratorium merupakan pusat inovasi, penelitian, hilirisasi teknologi, pengembangan produk, hingga pelayanan kepada masyarakat dan dunia industri. Karena itu peningkatan kompetensi sumber daya manusia laboratorium harus dilakukan secara berkelanjutan," ucap Dr. Hasan.

Dr.Hasan Hamid, juga mengapresiasi UPA Laboratorium Terpadu Unkhair yang menggandeng mitra industri dalam penyelenggaraan seminar tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan penyedia teknologi laboratorium menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kapasitas laboratorium, terutama di kawasan timur Indonesia.

"Kerja sama ini merupakan implementasi nyata konsep link and match antara perguruan tinggi dan dunia industri sehingga pengembangan laboratorium tidak hanya berorientasi akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan perkembangan teknologi global," katanya.

Dr.Hasan Hamid, berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium menerapkan standar mutu pengujian, memperkuat budaya mutu dan integritas ilmiah, memperluas jejaring riset, mempercepat akreditasi laboratorium, serta meningkatkan kualitas layanan laboratorium profesional. 

"Apabila laboratorium mampu menghasilkan data yang valid dan terpercaya, maka kualitas penelitian akan meningkat, publikasi ilmiah semakin berkualitas, inovasi berkembang, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi juga akan semakin kuat," ujarnya.

Kepala UPA Laboratorium Terpadu Unkhair, Dr. Khusna Arif Rakhman, M.Sc, mengatakan seminar ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium dalam menerapkan standar pengujian berbasis ISO 17025:2017. 

Menghadirkan narasumber Dr. Soja Siti Fatimah, M.Si, dosen Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), juga merupakan fasilitator laboratorium dan asesor Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

Direktur PT. Soulab Teknindo Gemilang, Alfius Rombe, mengatakan seminar di Ternate merupakan hasil tindak lanjut kunjungannya ke Unkhair.

Menurut Alfius, potensi laboratorium di Maluku Utara cukup besar sehingga perlu didukung melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan kolaborasi antarlembaga.

"Kami bukan hanya penyedia alat laboratorium. Kami ingin membangun kolaborasi melalui seminar dan workshop agar para laboran terus mendapatkan pembaruan informasi mengenai perkembangan teknologi laboratorium," katanya.

Ia menambahkan, seminar di Ternate merupakan kota kelima yang menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan serupa dan diharapkan menjadi awal terbentuknya jejaring kerja sama antarlaboratorium di Maluku Utara. (*)

Kontributor: Acil |Editor: Polo |Foto: Chessa