16 Sep 2026 Humas Berita Dibaca 20 kali

Asesmen LAMDIK Prodi PGSD Unkhair, Rektor: Momentum Perkuat Budaya Mutu

Asesmen LAMDIK Prodi PGSD Unkhair, Rektor: Momentum Perkuat Budaya Mutu

UNKHAIR, Asesmen lapangan akreditasi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, di Kampus II Unkhair, Ternate, Rabu (16/9/2026).

Asesmen dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dengan menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Agustan S., M.Pd, dari Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), dan Dr. Siti Lailiyah, M.Si, dari UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Kegiatan dihadiri Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, Dekan FKIP Prof. Dr. Abdu Mas'ud, S.Pd., M.Pd, Sekretaris LPMPP Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd, Kepala Pusat Penjaminan Mutu FKIP Dr. Hery Suharna, M.Sc, Koordinator Prodi PGSD Risna Srinawati, S.Pd.I., M.Pd, Kepala UPA Perpustakaan Dr. Farida Samad, M.KPd, serta dosen dan tenaga kependidikan (Tendik).

Rektor Unkhair, Prof. Abdullah, mengatakan asesmen lapangan tidak hanya menjadi proses verifikasi dokumen, tetapi momentum untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi, khususnya FKIP.

"Bagi kami, asesmen ini menjadi kesempatan untuk bercermin, memperoleh masukan secara objektif, dan memperkuat budaya mutu di Universitas Khairun," ujarnya saat membuka asesmen.

Ia mengatakan Prodi PGSD memiliki peran strategis karena menyiapkan calon guru yang akan menjadi bagian dari pembangunan pendidikan dasar dan sumber daya manusia di Maluku Utara.

Karena itu, mutu prodi, kata Prof. Abdullah, perlu tercermin dalam tata kelola, kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan kepada mahasiswa.

Prof. Abdullah, mengajak tim akreditasi menyampaikan data dan bukti pendukung secara terbuka, jujur, objektif, dan sesuai kondisi yang sebenarnya.

"Rekomendasi asesor diharapkan menjadi bahan perbaikan untuk peningkatan mutu secara berkelanjutan," harapnya.

Asesor LAMDIK Prof. Dr. Agustan S., M.Pd, mengatakan asesmen dilakukan untuk mengklarifikasi, dan memastikan kesesuaian data dalam Lembar Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi pelaksanaan di Prodi PGSD.

Selama asesmen, tim asesor akan memeriksa berbagai bukti pendukung untuk memastikan data yang disampaikan prodi menggambarkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

"Kami sudah membaca LED, dan selama asesmen ini kami akan melengkapi serta mengklarifikasi data agar profil program studi dapat tergambar secara maksimal," ujarnya.

Asesor LAMDIK lainnya, Dr. Siti Lailiyah, M.Si, mengatakan akreditasi merupakan instrumen penjaminan mutu yang perlu dibangun melalui pelaksanaan dan dokumentasi kegiatan akademik secara konsisten.

Ia menekankan dokumentasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola prodi perlu dilakukan sejak awal, bukan baru disiapkan ketika proses akreditasi berlangsung.

"Kalau budaya mutu sudah berjalan sejak awal, proses akreditasi tidak akan menjadi beban. Data tinggal dikumpulkan karena semuanya sudah terdokumentasi," katanya. (*)

Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Istimewa