BEM Unkhair Gelar Sarasehan Sail Tidore

Unkhair.ac.id Bertempat di taman Bung Hatta pelataran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, hari ini Rabu, 12 Februari 2020 Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Khairun mengelar sarasehan Sail Tidore, kegiatan ini juga akan mengangkat isu parawisata nasional maupun dunia yang dampaknya akan terasa pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Dengan gelaran Sail Tidore nanti dapat berguna bagi kemajuan daerah.

Sarasehan yang mengusung tema, “Mengerakan Perekonomian Maluku Utara Dari Sektor Parawisata dan UMKM” ini, menghadirkan narasumber diantaranya, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Malut. Gatot M. Manan, Kadis Koperasi dan UKM Malut, Ansar Naim, Kadis Pariwisata Malut, Tahmid Wahab, Kadis Pariwisata Tikep, Yakub Husain, Ketua Prodi Menejmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair Ternate. Dr. Adnan Rajak, Pengamat Ekonomi, Muhtar H. Adam, serta wartawan senior Ismit Alkatiri selaku moderator.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Khairun M Zulfahmi F. Tuwow dalam sambutan pembuka mengatakan Mahasiswa Maluku Utara sangat bangga dapat mengawal kegiatan nasional yakni Sail Tidore 2021, ditengah zaman rovulusi industry 4.0 pemuda Indonesia ditantang dengan perang kreativitas anak bangsa untuk menjawab kemajuan gelombang ekonomi baru, Agenda Sail Tidore nantinya tidak akan menjadi ajang hura hura yang tidak menghasilkan kesejahteraan yang konkrit untuk masyarakat, Sail yang pernah dilaksanakan pada waktu lalu pada umumnya menghasilkan piring kotor, sampah makanan, sampah plastic yang bahkan merusak alam disekitar pelaksanaan Sail tersebut, selain mengawal kegiatan Sail Tidore 2021 mahasiswa Maluku Utara juga mengusung peningkatan UMKM sehingga pada saat Sail Tidore pelaku usaha UMKM dapat mengambikl peran dalam meningkatkan usaha mereka.

Rektor Universitas Khairun Prof. Dr. Husen Alting,SH.MH menyampaikan terima kasih kepada para undangan yang hadir dalam kegiatan Serasehan Sail Tidore, kepada narumber yang akan melakukan diskusi public pada serasehan ini Rektor Unkhair mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaannya menjadi narasumber pada kegiatan ini, terima kasih juga kepada duta creator kreatifitas dan MalutPost yang telah mengawal kegiatan Mahasiswa ini sehingga dapat berjalan dengan baik.

Lanjut Husen Alting, kegiatan ini adalah kepedulian Mahasiswa terhadap kegiatan nasional yakni Sail Tidore, pemaknaan terhadap Sail Tidore dikalangan kampus bukanlah Tidore semata tetapi Sail Maluku Utara karena Sail Tidore hanyalah pintu masuk untuk ke seluruh daerah di Maluku Utara sehingga imbas ekonomi akan terasa kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, dengan demikian kita harapkan adanya dampak yang muncul untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, janganlah Sail Tidore nanti kita bikin seperti Sail sebelumnya yakni setelah para tamu pergi kita tidak mendapatkan apapun, untuk itu Husen Alting meminta kepada seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan Sail Tidore nanti untuk didesain sehingga dapat meningkatkan kreatifitas ekonomi UMKM kita.

Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim,MH dalam sambutannya mengatakan mendekati persiapan memperingati napak tilas perjalanan 500 tahun ekspedisi magelhaens yang akan dilaksanakan pada 2021 mendatang telah dilakukan banyak hal untuk menyukseskan kegiatan Sail Tidore. Ali Ibrahum juga menyampaikan bahwa Kota Tidore Kepulauan telah dinobatkan menjadi tuan rumah setelah melakukan pertemuan yang ke 10 dengan 30 Walikota di Sevila Spanyol pada tahun lalu. Lanjut Ali Ibrahum Kami sudah siap menjadi tuan rumah yang terbaik. Selain itu, pada persiapan pelaksanaan Sail Tidore nanti, Walikota Tidore bersama Gubernur telah mengantarkan program ke Pemerintah Pusat “Saya bersama Gubernur telah melakukan pertemuan dengan Menkomaritim untuk membicarakan terkait pasca Sail Tidore ada tawaran untuk membangun jembatan penghubung antara Ternate dan Tidore,” Kami telah mengusulkan anggaran sebesar 7 Triliun pada pelaksanaan Sail Tidore sehingga dengan anggaran tersebut dapat mengembangkan sektor pariwisata dan UMKM yang ada di Maluku Utara.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Malut. Gatot M. Manan, mengatakan, melihat dalam prespektif parawisata ada dua hal, “yang pertama kita punya daya saing karena kita harus melihat bahwa Ternate atau Tidore tidak hanya sendiri, akan tetapi ada kompititer-kompititer lain yang menjadi destinasi terutama di kawasan pasifik, kemudian UMKM itu perlu adanya inovasi yang dapat menarik perhatian konsumen.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi. Muhtar M. Adam, mengatakan, pelaku UMKM ini bisa memperoleh peluang bersaing, jika mendapatkan dukungan untuk bisa memajukan, “kemudian menjual produknya. Tentu harus ada fasilitas yang mendukung itu, salah satunya adalah pelatihan kuliah UMKM,” Muhtar Adam menyarankan, agar ada semacam subsidi, yang meringankan, “oleh karena itu, peran Pemerintah Daerah dalam mendorong UMKM betul-betul ril, bukan sekedar membangun infrastruktur tapi kemudian memberatkan pada sisi lain,

Ketua Prodi Menejmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair Ternate. Dr. Adnan Rajak, mengatakan, pentingnya pelatihan dan model metodenya harus sesuai dengan kebutuhan UMKM, kemudian disisi lain pihaknya mengingatkan, agar debat tentang Sail antara optimis dan pesimis semestinya tidak dijadikan sebagai fakta, “bahwa belum ada kesamaan presepsi tapi justru debat itu menjadi upaya menciptakan persamaan presepsi,

Kadis Koperasi dan UKM Maluku Utara. Ansar Naim, ingin mendorong kegiatan dengan melibatkan kampus, “jadi tadi ketika mendapatkan kritikan, bahwa begitu banyak program pelatihan tetapi rilnya tidak memberi efek, dinas Koperasi dan UKM secara terbuka menyatakan akan melibatkan kalangan pihak kampus.

Lebih lanjut, Kadis Parawisata Malut, Tahmid Wahab, mengatakan perlunya menyatukan rencana strategi pembangunan pariwisata yang lepas dari ego sektoral di seluruh Kabupaten Kota. “Minimal harus duduk bersama memformulasikan kebijakan pembangunan pariwisata agar bisa di ketahui, apakah sistem klaster atau sistem perioritas sehingga pembangunan di Kabupaten Kota bisa sinergi.

Kadis Parawisata Tikep. Yakub Husain, mengatakan, auto kritik kebijakan pembangunan pariwisata Kota Tidore sebagai salah satu sektor ungulan, “namun dalam visi misi tidak menjabarkan semacam renstra dan roadmap pembangunan  sehingga itu hanya menjadi sebuah visi tapi tidak terimplementasi. *Humas / Foto Chesa

 

 

Please follow and like us:
error20

Comments

comments