UNKHAIR, Laut Halmahera Selatan seolah menutup diri. Empat hari telah berlalu sejak kecelakaan kapal longboat memutus kabar Dr. Wildan, SS., M.Hum, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB-Unkhair).
Di hamparan perairan yang seolah menahan isyarat itu, pencarian terus berlangsung, melebar, menjauh, dan menembus ratusan mil laut, namun belum juga mengantar pada jawaban.
Bibinoi, desa yang pernah melahirkan tokoh-tokoh penting Maluku Utara seperti almarhum KH. Abdul Gani Kasuba, Lc, kini menjadi ruang penantian panjang. Di laut yang sama, Tim SAR Gabungan menyisir perairan tanpa jeda. Dari hari ke hari, wilayah pencarian terus diperluas, mengikuti arah arus dan sisa-sisa kemungkinan yang tersisa.
Hingga hari keempat operasi, laut belum juga memberi kabar. Yang tertinggal hanyalah penantian panjang keluarga, rekan sejawat, dan civitas akademika Unkhair.
Komandan Unit Basarnas Halmahera Selatan, Husen Abubakar, mengatakan operasi pencarian berjalan tanpa kendala teknis. Seluruh zona yang telah ditetapkan, kata dia, berhasil disisir secara menyeluruh.
“Pencarian hari ini berjalan lancar,” ujarnya.
Namun hingga kini belum ada tanda keberadaan korban. Pencarian akan kembali dilanjutkan keesokan hari dengan pola yang sama, dimulai lebih awal untuk mengantisipasi cuaca buruk agar upaya yang dilakukan lebih optimal.
Sementara, Ketua Tim Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, menyampaikan seluruh ikhtiar telah ditempuh bersama Tim SAR Gabungan. Namun di tengah keterbatasan manusia, doa menjadi sandaran terakhir.
Dr. Ridha mengajak seluruh civitas akademika Unkhair, dan publik Maluku Utara untuk turut mendoakan keselamatan dan keberadaan Dr. Wildan.
“Kami berharap ada keajaiban,” harapnya lirih.
Peristiwa ini bermula pada Jumat siang, 23 Januari 2026. Kapal longboat yang ditumpangi Dr. Wildan berangkat dari Pelabuhan Babang menuju Desa Piga Raja, sekitar pukul 14.00 WIT. Tepat di perairan Desa Bibinoi, kapal diterjang angin kencang dan ombak tinggi. Longboat itu terbalik, lalu tenggelam.
Memasuki hari keempat pencarian, Senin (26/1/2026), Tim SAR gabungan kembali dilanjutkan sesuai Rencana Operasi SAR H4 dengan membagi tim ke dalam empat Search and Rescue Unit. Masing-masing unit menyisir wilayah yang telah dipetakan, dengan total luasan pencarian mencapai ratusan mil laut persegi.
Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI, BPBD, Polres Halmahera Selatan, Korps Brimob, Polsek Bacan Timur Tengah, Kodim 1509/Labuha, Dinas Perhubungan Halmahera Selatan, KPLP Babang, Tim Unkhair, hingga longboat masyarakat yang bergerak di lintasan pencarian berbeda.
Laut disisir dari titik ke titik, mengikuti kemungkinan terakhir yang masih tersisa. Hingga sore hari, meski cuaca relatif bersahabat dan seluruh zona pencarian telah terkafer, Dr. Wildan belum juga ditemukan.
Di laut yang terus beriak itu, pencarian masih berlanjut. Bersama doa yang tak putus, harap yang kian menipis, dan kesabaran yang terus diuji, Dr. Wildan tetap dipanggil dari perairan Halmahera Selatan.*
______________________________________
Laporan: Acil |Editor: Polo |Foto: Humas

