Muhammad Rizal, Wisudawan Termuda di Universitas Khairun

Unkhair.ac.id. Menjadi sarjana adalah harapan dari orang tua untuk mengangkat derat keluarga dari segi Pendidikan, hal ini membuat Muhammad Rizal harus berjuang keras, alhasilnya ia tercatat sebagai Wisudawan Termuda dalam wisuda gelombang  I Tahun Akademik 2018/2019. Muhammad Rizal Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika sukses meraih gelar sarjana di usia 19 Tahun 2 Bulan 14 hari. Selain tercatat sebagai wisudawan termudah Ical panggilan akrabnya tercatat juga sebagai wisudawan terbaik dengan predikat pujian. Bersama 739 Wisudawan Ical telah resmi sebagai sarjana saat acara wisudah di Aula Banau Kampus I Universitas Khairun Jalan Bandara Babullah Ternate.(Sabtu, 30 Maret 2019).

Muhammad Rizal mulai duduk dibangku Sekolah Dasar di usia 4.5 Tahun, karena kesibukan Ibunya yang sedang melanjutkan kuliahnya pada saat itu sehingga Ical disekolahkan pada umur yang masih terlalu muda, Tahun 2013 Ical menamatkan Sekolah Menegah Pertama, pada tahun 2015 Ical telah berhasil menyelesaikan Pendidikan SMAnya dengan usia 15 Tahun. Setelah lulus SMA Ical lalu mendaftarkan dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Pendidikan Tinggi,

Ical memilih ikut jalur pendaftaran SNMPTN, saat mendaftar di jalur SNMPTN Ical tidak ikut program beasiswa bidikmisi, akhirnya Ical harus dibantu Ibunyanya untuk membiayai kuliah selama satu semester, Ical pahami bahwa Ibunya yang hanya seorang Guru Honorer pastilah sangat memberatkan, untuk itu ical terus berupayah pada semester pertama Ical memperoleh IP 4.00 sehingga ia berkesempatan mendaftarkan kembali program beasiswa bidikmisi untuk pengganti bagi yang tidak layak lagi mendapatkan beasiswa bidikmisi, dan akhirnya Ical berkesempatan mendapat beasiswa bidikmisi.

Muhammad Rizal lahir di Ternate pada tanggal 14 Januari Tahun 2000,.ia tidak menyangka menjadi wisudawan terbaik  di Universitas Khairun, Ical mampu mempertahankan skripsi dengan judul “Analisis Kesalahan Prinsip Dalam Menyelesaikan Soal Aljabar Liner, Pada Studi kasus Mahasiswa Matematika Semester V Angkatan 2016” dihadapan para penguji dan akhirnya lulus dengan IPK 3.90.

Diacara wisuda Muhammad ditemani Ibunya Dwi Widiawaty, Guru honorer ini sangatlah bangga atas apa yang telah dicapai anaknya, saat dipanggil oleh pembawa acara untuk tampil bersama dengan anaknya di depan para Guru Besar dan Senat Universitas Khairun, membuat sang ibu tak mampu menahan air mata haru penuh bahagia. Setelah Ical mengambil piagam lulusan terbaik yang diserahkan langsung oleh Rektor, Ical langsung memeluk sang Ibu dan mencium kaki ibunya dihadapan ratusan pasan mata, tampak semua orang yang hadir meneteskan air mata, Dwi Widyawaty menangis dan memeluk anaknya yang sangat disayanginya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketika di wawancarai Humas, Ical menceriterakan pengelaman menarik saat Ical masi duduk dibangku kuliah, dengan usia yang berbeda dengan teman temannya akhirnya Ical merasa teman temannya jauh lebih tua darinya, hal ini yang mengakibatkan Ical tak mendapatkan pasangan yang seusianya, “kenapa saya tak punya pacar di kampus, itu karena teman kelas yang ditaksir ternyata umurnya lebih tua darinya” ucap Ical sambal tersenyum disela selah wawancara, tak lupa Ical mengucapkan terima kasih telah diberikan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sehingga ia dapat menyelesaikan kuliah di Universitas Khairun. Humas

Please follow and like us:
20

Comments

comments

Top

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.instagram.com/universitaskhairun