Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Gelar Seminar Psikologi Tentang Respon Sosial Terhadap LGBT Di Era Milenial

Unkhair.ac.id. Bertempat di aula Nuku gedung Rektorat Universitas Khairun telah berlangsung kegiatan Seminar Psikologi yang pelopori oleh sejumlah Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Program Studi Sastra Inggris, Kemarin 17 Desember 2018. Seminar dengan tema “Respon Sosial Terhadap LGBT Di Era Milenial” ini menghadirkan narasumber dari kalangan kampus maupun luar kampus, mereka adalah Dr. Arlina Madjid, SS.M.Si, Abdul Kadir Bubu,SH.MH., Khairunnisa,M.Psi.Psikolog. Untuk peserta sendiri pihak panitia mengundang seluruh mahasiswa dalam lingkup Universitas Khairun.

Ketua panitia Nurul Inayah Basarun ketika dihubungi humas mengatakan kegiatan ini Seminar Psikologi kali ini dengan tema respon sosial terhadap LGBT di era milenial, menghadirkan narasumber dari Fakultas Ilmu Budaya  yakni Dr. Arlina Madjid, SS.M.S selanjutnya Dosen Fakultas Hukum ada Abdul Kadir Bubu,SH.MH dan Psikolog Klinik Khairunnisa, M.Psi.Psiko.  lanjut Nurul Inayah, bahwa tema ini diambil karena banyak issu yang dibicarakan sepanjang tahun 2018, dengan banyak issu ini mengundang berbagai respon baik itu respon sosial maupun tinjauan hukum dan psikologi, Nurul Inayah berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan juga dapat memenuhi mata kuliah Psikologi di Fakultasnya, selanjutnya kepada para peserta yang hadir dapat lebih memahami apa itu LGBT serta keberadaannya di masyarakat.

Dr. Arlina Madjid, SS.M.S dalam materi seminar banyak menceritakan perkembangan LGBT, “Identitas homoseksual baru mulai muncul di kota-kota besar di Indonesia pada beberapa dasawarsa awal abad ke-20. Sebelumnya, keragaman perilaku seksual di antara sesama pria diketahui telah dilakukan dalam konteks seni pertunjukan dan seni bela diri, ritual kebatinan dan perdukunan, ritus bagian inisiasi atau dalam lingkungan pergaulan sehari-hari khusus pria di banyak golongan etnis bahasa (etnolinguistik) nusantara, dengan identitas kadang-kadang dikaitkan pada konteks ini”  lanjut Arlina, Kalangan pria homoseksual pada tahun 1982 mulai merintis usaha pengorganisasian dengan mendirikan Lambda Indonesia. Pendirinya mengumumkan pendirian organisasi tersebut dalam rubrik surat kepada redaksi sejumlah suratkabar terkemuka, di samping mengirimkan surat secara langsung kepada puluhan pria gay yang telah membalas surat sebelumnya yang mengajak mereka untuk merintis organisasi secara terbuka. Meskipunpara pendiri gay dari awal berusaha juga mengajak kaum lesbian, namun organisasi ini berikut cabang-cabangnya yang terbentuk kemudian lebih didominasi oleh kaum pria. Ketidakikutsertaan kaum waria juga cukup signifikan, meskipun di beberapa daerah mereka membantu menyebarluaskan berita tentang organisasi tersebut.

Dosen Fakultas Hukum Unkhair Abdul Kadir Bubu,SH.MH menyampaikan kaitan dengan hak asasi manusia dengan berbagai macam kajian hukum, LGBT sebagai sebagai sebuah organisasi, komunitas/ kelompok  yang memiliki  visi,misi  dan aktifitas perjuangan tertentu. Ketegori LGBT ini yg menjadi polemik ditengah masyarakat saat ini apakah kelompok LGBT ini dapat di legalkan atau tidak, terhadap kategori ini, setidaknya ada tiga pertanyaan mendasar  yang harus kita sikapi dengan cermat, Apakah perilaku Kelompok LGBT dapat diberi toleransi Dalam Konsep Demokrasi kita ?., Bagaimana respon hukum terhadap Prilaku LGBT.,bagaimana sikap kita terhadap Perjuangan LGBT. Lanjut Dade sapaan Abdul Kadir, Konsep HAM dalam perjuangan LGBT saat ini cenderung bergerak liar dan membingungkan bukan karena kesalahan atas isu HAM tetapi apa yang menjadi objek dari HAM itu sendiri, Seperti Perjuangan atas pengakuan dan legalisasi perkawinan sejenis dengan dalil persamaan hak dan penghapusan diskriminasi adalah bentuk salah kaprah yang nyata. Soal berikutnya adalah persepsi tentang Hak memilih pasangan untuk menikah dan berkeluarga dipakai sebagai justifikasi perkawinan sesama jenis.  Isu HAM dipakai untuk memperjuangkan kepentingan kelompok  seakan tanpa batas sehingga lupa bahwa ada kewajiban azasi warga negara yaitu tunduk pada ketentuan hukum positif.

Psikolog Klinik Khairunnisa, M.Psi.Psiko dalam materinya banyak mengupas tentang LGBT dari sudut pandang psikolog, Apa itu LGBT Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk mengantikan frasa komunitas gay atau komunikas yang memiliki orentasi seks terhadap sesama jenis, prilaku menyimpang ini di antaranya adalah Lesbian ,Gay,Biseksual, Transgender. Lanjut Khairunnisa, faktor penybab LGBT adalah bahwa anak laki laki dan perempuan memiliki ciri maskulin dan feminine sendiri sanagat dipengaruhi padangan terhadap nilai dan stereotip sehingga menganggap pola perilaku lintas gender pada anak-nak merupakan sesuatu yang abnormal tampak tidak dibenarkan. Faktor biologis adalah mengenai bawaan (nature) versus lingkungan (nuture) dalam identitas gender secara spesifik bukti menunjukan bahwa identitas gender dipengaruhi oleh hormone. Lanjut Khairunnissa Faktor Sosial dan Psikologis diantaranya tanda-tanda Gangguan Indetitas Gender (GIG) berulang kali mengungkap bahwa mereka tidak mencegah, dalam banyak kasus jelas mendorong perilaku anak (memakai pakaian lawan jenis pada anak-anak). Keluarga, lingkungan sekitar, trauma masa lalu merupakan faktor psikologilainnya. Pertanyaannya apaka bahaya dengan prilaku LGBT. Jika dikatakan berbahaya atau tidak bagi kesehatan maka  dapat dikatakan bahwa LGBT bisa mendatangkan beberapa resiko bagi kesehatan. LGBT bukan satu-satunya factor yang dapat menyebabkan penularan PMS (penyakit Menular Seksual) maupun Penyakit seperti HIV/AIDS, pada pasanagn Heteroseksual pun penyakit-penyakit ini juga bisa ditularkan, tetapi banyak studi yang sudah membuktikan bahwa penularan penyakit seperti HOV/AIDS lebih tinggi pada pasanagan seks pria dengan pria. Selain itu wanita transgender memiliki resiko terjangkit HIV yang jauh lebih tinggi dari wanita biasa. Humas

Please follow and like us:
20

Comments

comments

Top

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.instagram.com/universitaskhairun