Tjatur Sapto Edy, Maluku Utara Miliki Potensi Energi Listrik Yang Cukup Besar

Unkhair.ac.id Setelah berkunjung ke Kabupaten Halmahera Barat, Anggota Komisi VII DPR-RI, Ir. H. Tjatur Sapto Edy,M.T beserta rombongan menyempatkan diri singgah di Universitas Khairun, (kemarin, Senin 22 Oktober 2018). Kedatangan beliau disambut langsung oleh Rektor Universitas Khairun Prof.Dr. Husen Alting,SH.MH beserta Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr.Suratman Sudjud,SP.MP dan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Syawal Abdulajid,SH.MH. Di kampus  Ir. H. Tjatur Sapto Edy,M.T memberikan kuliah umum dengan tema ‘Kemandirian Energi Sebagai Penggerak Utama Ekonomi dan Pendidikan Di Maluku Utara.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Khairun Prof.Dr. Husen Alting,SH.MH menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ir. H. Tjatur Sapto Edy,M.T beserta rombongan yang telah menyempatkan diri berkunjung ke Universitas Khairun, ini adalah kunjungan pertama Pak Tjatur Sapto Edy, kami harap kedepan hubungan ini dapat dipererat lagi dalam bentuk kerjasama untuk kemajuan daerah dan kampus ini, dalam kesempatan ini Pak Tjatur Sapto Edy akan memberikan kuliah umum kepada kita tentang Energi Sebagai Penggerak Utama Ekonomi dan Pendidikan Di Maluku Utara, untuk itu kami harap kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat berdiskusi guna memberi masukan informasi kepada beliau.

Dengan ditemani moderator Bapak Tri Suryono,ST.MSc.Ren, Ir. H. Tjatur Sapto Edy,M.T tampil sebagai pemateri tunggal dalam acara ini, materi kuliah umum beliau fokuskan pada potensi energi yang berada di Maluku Utara, menurut beliau Maluku Utara ini bukan tidak terang, bukan ketidakadaan cahaya, tetapi kondisi dimana energinya kurang. Maluku Utara memiliki potensi sumber energi baru terbarukan yang cukup besar, seperti panas bumi, hidro, tenaga surya dan biomassa. Untuk biomassa dapat diambil dari hutan dengan cara penanaman kayu energi seperti Gamal, Kaliandra, Lamtoro dan Akasia. Bila industri terpadu hutan kayu energi dijalankan secara optimal, maka hasil yang mungkin akan dicapai oleh Maluku Utara di tahun 2030 adalah ekonomi yang mandiri dengan tingkat pengangguran sangat rendah, pendidikan berkualitas tinggi dengan ditopang sentra sentra penelitian, IPM Maluku Utara berada pada rangking 5 besar Indonesia dan menjadi tujuan parawisata dunia. Sudah lima belas tahun bertugas di DPR RI Ir. H. Tjatur Sapto Edy,M.T baru setahun bolak balik dari Ternate-Halmahera- Jakarta untuk meneliti sekaligus melihat secara langsung potensi energi yang berada di Halmahera, dengan potensi yang cukup besar seperti panas bumi yang berada di Halmahera Barat belum memberikan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar Halmahera. Lanjut beliau mengapa pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara tidak cepat dengan seharusnya, dengan potensi yang dimiliki oleh Maluku Utara seperti Pertambangan, Perkebunan, Sumberdaya Alam lainnya dan potensi wisata yang sangat bagus, ini semua karena di Maluku Utara masih kekurangan listrik yang akan menopang pembangunan perekonomian di daerah, dengan adanya listrik maka dengan sendirinya investasi akan datang ke daerah ini, untuk itu dapat dikatakan masalah utama di Maluku Utara adalah kekurangan energi yang menjadi kunci kemajuan di Maluku Utara.

Kita punya potensi yang sedemikan banyak tapi belum teraktualkan untuk itu bersama pemerintah pusat kedepan di daerah Halmahera Barat dan Bacan akan dibangun pembangkit listrik terbesar di Indonesia dengan sumber daya alam panas bumi dan bahan energi yang baru yang terbarukan. Energi listrik ini akan menyuplai ke seluruh Halmahera, Ternate, Tidore dan sekitarnya. Pembangunan pembangkit listrik ini diharapkan ramah lingkungan, pembangunan pembangkit listrik ini akan bertahap sesuai kebutuhan dan akan ditingkatkan lagi sampai 50 Megawatt, tidak bisa melebihi dari 50 Megawatt karena akan berdampak lingkungan sekitar. Direncanakan awal tahun depan (2019) pembangunan pembangkit listrik ini akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 1000 orang, tentu putra putri daerah akan menjadi prioritas menjadi tenaga kerja, dengan pembangunan awal 5 megawatt ini akan menghabiskan anggaran 500 milyar rupiah untuk hutan energi sebagai pembangkit listrik, kedepan sampai 2030 dengan 50 Megawatt investasi akan mencapai 2.5 Trilyun Rupiah semua anggaran ini tidak menggunakan dana dari APBN tapi semuanya dari investasi pihak ketiga.  *Humas

Please follow and like us:
20

Comments

comments

Top

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.instagram.com/universitaskhairun