Prof. Dr. Rina Indiastuti,SE,M.SIE Beri Orasi Ilmiah Di Acara Dies Natalis Unkhair Ke 54

Unkhair.ac.id. Acara puncak Dies Natalis Universitas Khairun Ke-54 berlangsung di gedung Aula Banau Kampus I (Selasa, 21 Agustus 2018). Pembukaan rapat Senat Terbuka oleh Rektor Universitas Khairun Prof. Dr.Husen Alting,SH.MH, hadir dalam kesempatan ini Walikota Ternate yang sekaligus ketua Ikatan Alumni Universitas Khairun, Dr. Burhan Abdurahman, SH.MM dan para Petinggi Universitas dan Sekolah Tinggi se Maluku Utara serta para Tokoh Masyarakat, dari unsur POLDA, TNI maupun dari Kejaksaan Tinggi di Maluku Utara, hadir pula anggota DPRD Provinsi Maluku Utara. Seperti kegiatan sebelumnya acara puncak Dies Natalis selalu diisi dengan kegiatan orasi Ilmiah, kali ini orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Rina Indiastuti,SE,M.SIE beliau adalah Guru Besar pada Universitas Padjajaran, sekarang beliau dipercaya sebagai Sekertaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Pembukaan acara dimulai dengan tarian dari UKM Seni Budaya Unkhair, jenis tarian yang ditampilkan adalah Tari Selamat Datang, penampilan tiga Mahasiswi ini mendapat sambutan tepuk tangan dari semua tamu yang hadir. Selanjutnya Dr. Ir Suryati Tjokrodiningrat, M.Si membacakan sejarah singkat pendirian Universitas Khairun, pendirian Universitas Khairun tercatat sejak tahun 1957, seiring dengan awal perjuangan pembentukan Provinsi Maluku Utara, pada bulan November 1963, berlangsung pertemuan tokoh masyarakat dengan Pemerintah Tingkat II Provinsi Maluku bertempat digedung DPRD membahas pentingnya perguruan tinggi di Maluku Utara dan hasil pertemuan itu kemudian dituangkan dalam sebuah proposal yang secara singkat berisi pentingnya sebuah Universitas di Maluku Utara untuk memperoleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih baik dan cerdas. Proposal ini dibacakan oleh tiga orang pendiri Unkhair mereka adalah Adnan Amal, Abdul Samad Abdul Latif dan Abdul Karim Safar, pertemuan ini dihadiri oleh Muspida yaitu Baharudin Lopa (Kejari Malut) Yusup Tamba (dari Kepolisian), Letkol Suwignyo (Komandan Kodim) yang menyepakati suatu hal yaitu Universitas Khairun akan diresmikan pada bulan Agustus tahun depan (tahun 1964).

selanjutnya Rektor Universitas Khairun Prof. Dr.Husen Alting,SH. MH memberi sambutan, dalam sambutan beliau melaporkan kepada Senat Universitas Khairun dan seluruh masyarakat di Maluku Utara tentang perkembangan yang terjadi di Universitas Khairun, Universitas Khairun tidak hidup dalam lamunan sendiri yang tradisional, tetapi Unkhair adalah sumber air yang memberi kesejukan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk itu sebagai sala satu pusat IPTEK UNKHAIR mulai melakukan berbagai upaya reorientasi/reformasi melalui perombakan paradikma. Pertama Civitas Akademika Unkhair tidak bersifat tradisional, yang arogan tetapi harus menjadi akademik organik yang arif dan bijaksana. Kedua Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi Gerakan keilmuan inovasi dan membumi, dimana Pendidikan/Pengajaran,Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat harus langsung menjadi agen penggerak kemajuan peradapan, melalui pembangunan sosial budaya dan sosial ekonomi. Ketiga Westernisasi sebagai simbol kemajuan dan kemapanan, menajadi paradigma inovasi membumi yang diedentikan sebagai kepentigan manusia dan tumbuh dari akat budaya masyarkat Maluku Utara yang agamais.

Walikota Ternate Dr. Burhan Abdurahman, SH.MM dalam sambutannya menyampaikan selamat HUT Unkhair Ke 54 dan selamat atas kemajuan yang telah dicapai oleh Universitas Khairun, banyak kontribusi oleh Universitas Khairun yang dirasakan oleh Pemerintah Kota Ternate, diantaranya adalah kerjasama dalam berbagai lini baik dalam pembangunan maupun peningkatan sumber daya aparatur sipil negara.

Orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Rina Indiastuti,SE,M.SIE dengan tema Peningkatan Layanan Berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi di Universitas Khairun Menuju Badan Layan Umum (BLU). Dalam orasinya beliau mengatakan Unkhair saat ini sebagai satuan kerja Pemerintah membutuhkan fleksibilitas dalam pengelolaan keuanan maupun menghimpun tambahan pendanaan dari mitra kerja (Pemerintah Daerah dan Swasta/Industri) yang didasarkan pada pengembangan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Hal ini untuk merealisasikan peranan Unkhair dalam pembangunan yang tidak hanya menghasilkan lulusan bermutu namun juga untuk bermitra dengan pihak lain dalam menumbuhkan perekonomian Ternate sebagai pusat perekonomian provinsi Maluku Utara yang mempunyai potensi parawisata berskala nasional bahkan internasional. Humas

Comments

comments