Unkhair ITS Jalin Kerjasama

Unkhair.ac.id. Universitas Khairun menghadirkan Prof. Dr.Ir. Daniel Mohammad Rosyid,P.hD sebagai pemateri utama dalam kegiatan kuliah tamu yang digagas oleh fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan bersama fakultas Teknik Unkhair. kegiatan ini dilaksanakan di aula Nuku Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Khairun (Jumat, 11 Mei 2018). Sebelum kegiatan kuliah tamu dilaksanakan, bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Unkhair kembali menjalin hubungan kerjasama dalam bentuk pendandatangan MoU, kegiatan ini bertujuan agar antara ITS dan Unkhair akan saling membantu dalam menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam Sambutannya Wakil Rektor III Syawal Abdulajid,SH.MH menyampaikan selamat datang kepada Prof. Dr.Ir. Daniel Mohammad Rosyid,P.hD di Universitas Khairun, kampus yang dinegerikan sekitar tahun 2005 ini telah banyak menjalin kerjasama diantaranya tahun 2006 atau 2007 Unkhair pernah menggunakan jasa tenaga Dosen ITS untuk mengajar dalam pendirian Fakultas Teknik Unkhair dan beberapa orang Dosen di Unkhair diberi kesempatan untuk melanjutkan studinya di Institut Teknologi Sepuluh November.

Lanjut Syawal Abdulajid, Tim ITS sementara lagi meneliti beberapa potensi kelautan yang masi tersimpan di laut Ternate, potensi itu diantaranya adanya peninggalan kapal perang yang telah karam sekitar abad masa penjajahan Portugis dan Spanyol. Kapal karam ini diperkirakan berada di perairan pantai Kastela berdekatan dengan Benteng Kastela, daerah ini akan dijadikan objek wisata dan museum laut untuk peradaban dunia. Universitas Khairun akan membantu dengan sumberdaya serta sarana yang ada dalam proses penelitian ini.

Sebagai Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh November tampil membawa materi dengan tema “Paradigma Maritim dan Energi Dalam Pembangunan Kawasan Kepulauan”. Prof. Dr.Ir. Daniel Mohammad Rosyid,P.hD banyak memberikan materi tentang kemaritiman serta energi yang dapat dimanfaatkan dalam konteks daerah kepulauan. Banyak referensi yang dijadikan masukan oleh para peneliti sejak jaman orde lama dan orde baru, Presiden Kita Soekarno dan Soeharto banyak mengadopsi para pakar lulusan benua eropa, sementara cara berpikir orang orang benua Eropa berbeda dengan cara berpikir orang orang kepulauan, karena Indonesia sendiri luas laut lebih besar dibandingkan dengan luas daratan seperti daratan di Eropa.

Lanjut Prof. Dr.Ir. Daniel Mohammad Rosyid,P.hD. setiap tahunnya ITS khusunya fakultas Teknologi Kelautan itu banyak melahirkan sarjana, para sarjana ini banyak yang melamar di BUMN, dari 100 orang yang melamar di BUMN yang dapat diterima hanya sekitar 20 orang, ini bukan karena mutu lulusan yang kurang tetapi faktor penting yakni kesehatan, banyak anak muda yang kesehatannya kurang baik, sering sakit sakitan mereka selalu menggunakan kendaraan jarang melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki dan olah raga, penggunaan kendaraan dengan berbagai macam energi seperti BBM kadang membuat orang malas melakukan aktivitas fisik lainnya, penggunaan kendaraan juga akan membuat polusi jadi manusia sendiri akan lebih cepat sakit ketimbang lebih lama beraktifitas. Prof. Dr.Ir. Daniel Mohammad Rosyid,P.hD berpesan kepada seluruh mahasiswa yang hadir untuk lebih fokus dalam memilihara lingkungan untuk keseimbangan hidup. (Humas)

Comments

comments