Dr. Abdulrasyid Tolangara, S.Pd, M.Si Sampaikan Orasi Ilmiah Di Depan Senat Terbuka Wisuda Sarjana Tahun akademik 2017/2018 Universitas Terbuka

Unkhair ac.id. Bertempat di Gamalama Ball Room Grand Dafam Hotel Ternate, Dr. Abdulrasyid Tolangara, S.Pd, M.Si menyampaiakn orasi ilmiah di Universitas Terbuka (Senin16 April 2018) di depan Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Tahun akademik 2017/2018. Dr. Abdulrasyid Tolangara, S.Pd, M.Si yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul “PERAN UNIVERSITAS TERBUKA SEBAGAI PELOPOR CYBER UNIVERSITAS DI MALUKU UTARA”.

Berikut Orasi Ilmiah Dr. Abdulrasyid Tolangara, S.Pd, M.Si yang dapat kami berbagi untuk pembaca sekalian ;

PERAN UNIVERSITAS TERBUKA SEBAGAI PELOPOR CYBER UNIVERSITAS DI MALUKU UTARA

Pada abad 21 ini perkembangan teknologi komunikasi terus-menerus mengalami kemajuan yang pesat. Perkembangan teknologi komunikasi telah membawa kita ke arah kehidupan yang baru, yaitu era komunikasi yang praktis dan dinamis. Bila kita membandingkannya dengan teknologi komunikasi beberapa tahun yang silam, kita akan melihat perbandingan yang mencolok dalam hal transformasi teknologi komunikasi [1]. Kondisi ini secara tidak langsung ikut mengubah pola kehidupan manusia.

Pada era teknologi komunikasi yang semakin maju ini, hampir semua masyarakat di dunia berpaling ke teknologi komunikasi yang memiliki kecepatan dan efisien untuk mendapatkan/menyampaikan informasi serta menggunakan sistem otomatisasi dalam bekerja [2]. Tidak heran apabila teknologi komunikasi telah menjadi kebutuhan utama masyrarakat dunia, artinya hampir setiap orang saat ini tidak bisa terlepas dari teknologi komunikasi yang merupakan wadah atau sumber informasi yang dianggap sangat penting.

Teknologi komunikasi yang mengalami kemajuan paling pesat dan digandrungi oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia adalah cyber communication (komunikasi cyber), yang merupakan bentuk komunikasi yang memanfaatkan media internet sebagai sebagai alat komunikasi (cyber media) [3]. Komunikasi cyber dapat kita rasakan oleh siapa pun, dimana pun dan kapan pun, bahkan tanpa menggunakan perangkat personal computer (PC) setiap orang dapat melakukan komunikasi melalui cyber media dengan menggunakan mobile communication seperti smartphone dan gadget. Sebagaimana diketahui bahwa teknolgi smartphone saat ini telah merubah pola dan intensitas komunikasi, serta dapat membangun aspek afektif, kognitif, dan konatif penggunanya [3].

Dampak perkembangan teknologi cyber media memiliki dua sisi, yaitu satu sisi berdampak positif dan sisi lain berdampak negatif. Dampak negative yang mengkhawatirkan dari pemanfaatan cyber media adalah adanya cyber crime [4]. Dampak positif dari cyber media dalam kehidupan manusia antara lain, mampu menghadirkan berita/informasi yang up to date dan berkesinambungan, penyajian berita/pesan yang lebih menarik dan lebih lengkap dengan menyempurnakan media-media konvensional, seperti mengabungkan video, animasi, teks, dan gambar. Cyber media menjadikan masyarakat tidak hanya sebagai konsumen pesan/berita, tapi juga mampu menjadi produsen sekaligus distributor pesan/berita.

Revolusi Industri 4.0 adalah era bersatunya beberapa teknologi untuk melahirkan revolusi transformasi yang baru [5]. Pertumbuhan soaial dan ekonomi dipicu oleh pertumbuhan industri yang berbondong-bondong melakukan layanan berbasis teknologi otomatisasi dan online. Bahkan teknologi telah menyentuh sisi kehidupan manusia secara personal dari berbagai sudut, bisa berfungsi sebagai pengatur kesehatan, diet dan olah raga, mengelola investasi dan mengatur keuangan melalui mobile banking, memasan taksi atau gojek, membeli tiket pesawat dan sebagainya [6].

Teknologi komputer, gadget, smartphone, dan komputer tablet secara online telah menghubungkan sebagian besar orang dengan dunia maya. Tahun 2018 diperkirakan sebanyak 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh penjuru dunia. Indonesia menempati peringkat keenam terbesar dunia dalam hal jumlah pengguna internet [7]. Berdasarkan survei Assosiasi Jasa Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) penggunan internet di Indonesia tahun 2017 diproyeksi mencapai 132,7 juta orang [8]. Di daerah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat pengguna internet mencapai 3,4 juta orang. Ha ini menunjukkan bahwa kita telah menjadi bagian Revolusi Industri 4.0, dimana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mengambil peran yang central serta mempengaruhi sendi-sendi kehidupan kita secara global.

Kecenderungan perubahan abad 21 ini menyebabkan peran inovasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor penentu daya saing produk di pasaran dan layanan publik. Kecenderungan ini tentu akan berimplikasi pada lahirnya budaya baru di Pendidikan Tinggi. Saat ini, mau atau tidak mau cyber media telah menjadi salah satu komponen yang penting di dalam penyelenggaraan Pendidikan Tinggi.

Perkembangan TIK telah mengubah cara pandang, cara kerja dan sekaligus implementasinya di dalam pelayanan akademik dan sistem pembelajaran hal tersebut ditandai dengan munculnya istilah-istilah baru dalam dunia pendidikan seperti eBook, e-learning, dan cyber university. Cyber university (cyber universitas) terkait dengan istilah lain seperti distance learning, cyber campus, virtual university, e-education, e-classes dan bentuk kelas jarak jauh [9]. Interaksi yang dapat diberikan tidak terbatas pada materi yang pasif, tetapi juga bersifat masif dan interaktif, baik melalui email/chating, video dan telekonferensi.

Mencermati kondisi saat ini, status cyber universitas belum sepenuhnya bisa menggantikan peranan universitas tradisional selama ini, yang mana memiliki keunggulan dapat mewadahi terjadinya interaksi antar individu satu dengan yang lain. Karena itu, untuk mencapai status Cyber universitas perguruan tinggi harus menggabungkan keunggulan-keunggulan konsep tradisional dengan konsep modern, misalnya menggabungkan dengan trend informasi mobile yang saat ini sedang berkembang, sehingga menjadi sesuatu yang baru.

Cyber universitas memiliki metode berbeda dengan universitas tradisional dalam proses pembelajarannya. Sebagai contoh, dosen tidak akan mengajar di depan kelas seperti yang lazimnya dilakukan, tetapi mengajar di depan kamera video dan berada dalam sebuah studio, tanpa mahasiswa di depan dosen. Proses interaktif dapat dilakukan melalui perangkat teknologi conference yang disediakan, serta modul-modul pembelajaran harus sudah dipersiapkan jauh sebelum materi disampaikan, berbentuk digital yang dapat diakses secara online. Proses belajar oleh mahasiswa tidak dilakukan di kelas, melainkan dimana saja dengan menggunakan perangkat Information Technology (IT). Hal ini merupakan sebuah metode yang membutuhkan inovasi Cyber Media yang baik, dan sumber daya dosen, serta tenaga kependidikan memiliki literasi IT yang memadai.

Komponen dan fasilitas pada cyber university tidak jauh berbeda dengan universitas tradisional, yang jauh berbeda adalah cara penyajian dan cara mengakses. Berikut beberapa contoh kebutuhan layanan dalam rangka transformasi kampus tradisional menuju cyber Universitas, diantaranya adalah: (1) Perpustakaan berupa Virtual Library, dimana materi-materi yang disediakan di perpustakaan bukan lagi dalam bentuk buku melainkan digital multimedia, yang dapat diakses online, (2) Teacher Portal dimana dosen disarankan memiliki portal pribadi, dimana nantinya silabus–silabus dan materi yang sudah disampaikan maupun belum, dapat diakses secara langsung oleh mahasiswa melalui portal tersebut, (3) Live Teaching Studio yang merupakan studio pengganti ruang kelas dimana pembelajaran disiarkan secara langsung kepada mahasiswa, (4) Discussion Board yang dapat dijadikan wadah tempat diskusi di dunia maya terkait materi–materi pelajaran yang diberikan dosen, dan (5) Personal Chat Room, ini merupakan sebuah wadah dimana antar mahasiswa dan dosen bisa berdiskusi secara online [10]. Saat ini seluruh layanan pembelajaran daring (online) dikemas dan integrasikan ke dalam E-Learning perguruan tinggi. Oleh karena itu, proses transformasi kampus menuju ke cyber universitas, maka kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis online memegang peranan penting.

Pekerjaan-pekerjaan pada level tertentu dapat ditangani melalui proses otomatis dan pengontrolan menggunakan IT, sehingga keberadaannya sangat membantu di dalam manajemen pendidikan serta pengelolaan pembelajaran di perguruan tinggi. Hal ini mendorong pemerintah dengan berbagai cara berupaya mengembangkan pemanfaatan TIK di dalam dunia pendidikan khususnya jenjang pendidikan tinggi. Sebagai contoh, pada tahun 2018 Kemenristekdikti melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan memberikan penawaran hibah Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa memasuki Revolusi Industri 4.0 (PKP-PBMRI) yang diharapkan dapat memfasilitasi para mahasiswa berlatih berpikir kritis, berkolaborasi, serta berkomunikasi   [11] dengan menggunakan tool TIK.

Walaupun TIK memegang peranan penting dalam manajemen pendidikan dan pengelolaan pembelajaran di perguruan tinggi tidak berarti dosen dapat digantikan oleh alat/tool. Akan tetapi peran para dosen bergeser dari sumber belajar menjadi fasilitator, artinya setiap dosen harus mampu memfasilitasi mahasiswa dalam belajar, dapat memberikan problem untuk dipecahkan secara terbuka melaui tool TIK, dan memotivasi mahasiswa untuk belajar mandiri, sehingga secara tidak langsung telah menggeser paradigma teacher centered menjadi student centered.

Universitas Terbuka (UT) dengan menggunakan sistem pendidikan jarak jauh sejak tahun 1984, memiliki peran yang strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi nasional. Sampai saat ini APK peruguruan tinggi nasional masih berada pada angka 31,1% dari penduduk usia 19-23 tahun, masih lebih kecil dibanding negara-negara ASEAN yang lain seperti Malaysia yang mencapai 38%, Thailand 54%, Singapura mencapai 78%, bahkan Korea Selatan mencapai angka 98,2%  [12].

UT sejak tahun 2013 telah menyelenggarakan sistem Fully Online untuk jenjang pascasarjana dan sejak tahun 2016 untuk jenjang sarjana. UT sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi telah menjelma menjadi “cyber universitas dengan sistem penyelenggaraan pendidikan yang efisien meningkatkan jumlah mahasiswa namun tetap menjaga mutu proses dan luarannya. Hal ini menunjukkan bahwa UT menyeleggarakan pendidikan akademik dalam rangka memenuhi kebutuhan warga negara Indonesia akan pendidikan tinggi, serta sesuai tuntutan perkembangan teknologi menuju Revolujsi Industri 4.0.

Layanan pendidikan tinggi terbuka jarak jauh (PTTJJ) yang berbasis pada pemanfaatan TIK, Universitas Terbuka (UT) dengan statusnya sebagai Universitas Siber telah dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air, bahkan menjangkau daerah terluar, terdepan dan tertinggal. Hal ini membuktikan bahwa UT telah berperang penting di dalam membangun karakter bangsa.

Di provinsi Maluku Utara, UT telah berkiprah sejak tahun 2003, telah menghasilkan sebanyak 2.871 orang alumni. Saat ini jumlah mahasiswa UT mecapai 1.756 orang, yang berasal dari 10 kabupaten/kota di provinsi Maluku Utara, yakni Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupatan Pulau Morotai, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.

Berbagai bentuk pelayanan akademik di Universitas Terbuka (UT) seperti registrasi mahasiswa dan pengelolaan pembelajaran secara daring seperti penyediaan bahan ajar interaktif dan modul pembelajaran dan tutolrial pembelajaran secara online yang dapat diakses dan didownload secara gratis, ujian yang dapat mengunakan sistem online dengan smartphone dan gadget, sistem perkuliahan daring online yang teritegrasi dalam E-Learnig, menyebabkan UT menjadi cyber universitas yang patut dicontoh atau menjadi rujukan universitas atau perguruan tinggi lain di Maluku Utara.

Data Statistik Indonesia (dipublikasi oleh BPS tahun 2017) menunukkan bahwa jumlah perguruan tinggi di Maluku Utara (yang pembinaannya dibawahi oleh kemenristek dikti) sebanyak 17 perguruan tinggi, terdiri dari 1 PTN dan 16 PTS perguruan tinggi swasta [13]. UT diharapkan menjadi pelopor cyber universitas tersebut di Maluku Utara tertama dalam bidang penyelenggaraan akademik dan pembelajaran bagi perguruan tinggi lain di Maluku Utara ke depan.

Demikian orasi ilmiah saya, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya, dan mohon maaf yang sebesar-besarnya sekiranya terdapat hal-hal yang kurang berkenang. (*Humas)

Wabillahi taufiq walhidayah, Wasaalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

Sumber informasi dari Dr. Abdulrasyid Tolangara, S.Pd, M.Si . diterima Jumat 27 Aprl 2018 email.

Comments

comments