Orasi ilmiah oleh Dr. Iis Hamsir Ayub Wahab, S.T., M.Eng dengan judul “Peran PTN UNKHAIR dalam menghadapi Tantangan Globalisasi melalui Teknologi Informasi” di Wisuda Periode II 2017/2018

Diberikan kesempatan untuk Orasi Ilmiah oleh Rektor Universitas Khairun pada Wisuda Pada Wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya Periode II Tahun Akademik 2017/2018 Ternate, 15 Maret 2018 langsung di iyakan ucap Dr. Iis Hamsir Ayub Wahab, S.T., M.Eng. Pria Kelahiran Cirebon, 21 Oktober 1976 ini langsung mempersiapkan materi untuk tampil di Orasi Ilmiah. Untuk diketahui kesempatan melaksanakan tugas memberikan orasi ilmiah dihadapan Rapat Senat Terbuka adalah kesempatan emas bagi Dosen yang telah memiliki kualifikasi pendidikan S3 (Doktor), karena merupakan salah satu syarat untuk Guru Besar maka kesempatan ini banyak diminati oleh dosen dengan gelar Doktor. sang istri tercinta dr. Sri Yati, Sp.A., M.Sc merasa bersyukur karena kesempatan ini telah berada ditanggan suaminya, walau tak sempat ikut hadir untuk menyaksikan secara langsung tak lupa ucapan selamat dan sukses buat ayah dari kedua anak tercinta, tak lupa bpk 2 anak ini  (M. Akmal Hazim Ayub Wahab dan M. Pasya Abrar Ayub Wahab) mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor beserta sivitas akademika Univeritas Khairun yang telah mempercayakan untuk memberikan Orasi Ilmiah kepada saya.

Berikut orasi ilmiah yang dapat Humas tampilkan :

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Yang terhormat, Gubernur Provinsi Maluku Utara beserta unsur Muspida, Bupati/Walikota se Provinsi Maluku Utara, Guru Besar, Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Universitas Khairun, Rektor dan wakil-wakil rektor Universitas Khairun, Pimpinan Perguruan Tinggi se Provinsi Maluku Utara, Ketua Alumni Universitas Khairun, Dosen dan Tenaga Kepedidikan Universitas Khairun, Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan, Bapak/Ibu, Orangtua/Wali Wisudawan/Wisudawati, Para Wisudawan/Wisudawati, hadirin, para undangan yang saya hormati.

Assalamu’alaikum, Wr.Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Selamat pagi. Terlebih dahulu, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah, SWT., atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat hadir di sini dalam rangka acara Wisuda Diploma, Sarjana, dan Megister Universitas Khairun.

Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan Universitas Khairun yang telah memberikan amanah kepada saya untuk menyampaikan orasi ilmiah di hadapan forum yang amat terhormat ini. Tak lupa saya juga ingin mengucapkan selamat kepada para Wisudawan dan Wisudawati beserta keluarga yang berbahagia. Hari ini adalah puncak dari seluruh rangkaian perjuangan wisudawan sekalian di universitas yang sama-sama kita cintai ini dan semoga saudara-saudara akan memperoleh kesuksesan dalam karir serta kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan ini, perkenankan saya untuk menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul: “Peran PTN UNKHAIR dalam menghadapi Tantangan Globalisasi melalui Teknologi Informasi”.

Hadirin yang terhormat, Sadar atau tidak sadar, siap tidak siap, kita sudah masuk pada kehidupan global abad 21. Salah satu ciri utama perkembangan global di abad 21 adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Perkembangan TIK yang pesat ini tidak lepas dari inovasi pada pengembangan dan penggunaan teknologi mikroelektronika. Teknologi tersebut menjadikan berbagai produk baru dalam TIK yang mampu memberikan layanan multimedia (suara, tulisan dan gambar) serta menjadikan informasi menyebar semakin cepat dengan jangkauan makin luas dan makin murah. Selain itu, TIK juga mendorong percepatan perubahan dari revolusi industri 3.0 ke 4.0. Revolusi industri 3.0 ditandai dengan dikenalnya teknologi otomasi terdistribusi [1] dan ini terus berkembang [2]. Inti dari sistem otomasi terdistribusi pada dasarnya adalah pertukaran informasi yang andal. Ini merupakan upaya untuk mengarahkan proses mesin secara independen dari interaksi manusia secara terus menerus. Artinya, mesin dapat dikendalikan otomatis dengan mengandalkan arus informasi antara beberapa jenis sensor, pengendali, dan aktuator [3].  Perkembangan ini mengangkat dan mengakomodir teknologi baru yang muncul di bidang lain, terutama di dunia TIK, contohnya ethernet, jaringan nirkabel, dan teknologi web. Teknologi baru ini menciptakan peluang baru untuk membuat pertukaran informasi menjadi lebih komprehensif. Akibatnya, sistem otomasi menjadi lebih kompleks. Konsep-konsep ini tidak sepenuhnya baru dalam konteks TIK, namun mampu menembus sistem otomasi industri dan mengubah sudut pandang orang yang melihat sistem otomasi [5] – [7]. Tren terbaru yang muncul mempengaruhi teknologi otomasi dari bidang TIK saat ini adalah Internet of Things (IoT), cyber-physical system (CPS), dan Internet taktil.

IoT merupakan sebuah konsep untuk menghubungkan perangkat apapun untuk mentransfer data melalui jaringan internet ke perangkat lainnya yang terhubung tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia mesin [8,9]. Sedangkan CPS didefinisikan sebagai teknologi transformatif untuk mengelola sistem yang saling berhubungan antara aset fisik dan kemampuan komputasi [10]. Dengan perkembangan teknologi terakhir yang menghasilkan ketersediaan dan keterjangkauan sensor, sistem akuisisi data dan jaringan komputer yang lebih tinggi, maka daya saing industri saat ini memaksa untuk bergerak menuju penerapan metodologi berteknologi tinggi. Akibatnya menghasilkan generasi data volume tinggi yang kemudian dikenal dengan Big Data. Dalam lingkungan seperti itu, CPS dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengelola Big Data dan memanfaatkan interkonektivitas mesin untuk mencapai tujuan mesin cerdas, tangguh dan mudah beradaptasi.

Adapun internet taktil adalah Internet dengan karakteristik waktu tunda (delay) sangat rendah serta memiliki kehandalan dan keamanan yang tinggi.  Waktu tunda yang dapat ditolerir untuk internet taktil telah ditetapkan sebagai 1 mili detik, sehingga pengguna mungkin tidak memiliki perasaan yang tidak wajar saat menerima informasi taktil melalui internet, seperti halnya rasa sentuhan paling sensitif terhadap waktu tunda pada panca indra manusia. Minimalisasi waktu tunda antar sistem komunikasi hingga kurang dari beberapa milidetik akan meningkatkan kualitas komunikasi yang dirasakan oleh pengguna akhir [11]

Teknologi ini mendukung tren terkini, seperti mencapai tingkat interkoneksi, otomasi kognitif yang lebih tinggi, dan pengumpulan informasi dan pemrosesan yang berubah menjadi aplikasi berbasis awan (cloud computing) [7] – [9]. Implementasi dari konsep CPS dan IoT ke domain otomasi industri menghasilkan definisi konsep Industri 4.0, dimana 4.0 menyinggung sebuah revolusi industri keempat yang dimungkinkan oleh teknologi Internet untuk menciptakan produk cerdas, produksi cerdas, dan layanan cerdas [10].

Hadirin yang terhormat,  Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan era disrupsi. Era dimana industri berbondong-bondong melakukan layanan berbasis daring (online). Bukan hanya komputer, teknologi gawai (gadget) baik dalam bentuk ponsel cerdas (smartphone) maupun sabak elektronik (komputer tablet) sudah ”merakyat” dan hal ini membuat hampir semua orang terhubung secara daring. Data hasil penelitian yang dikeluarkan oleh Lembaga riset wearesocial.com pada tahun 2017 (per Agustus) menyebutkan pengguna internet di dunia sebanyak 3,8 milyar orang [12]. Di Indonesia, pengguna internet mencapai 132,7 juta orang,  dan di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat mencapai sekitar 3,4 juta orang [13]. Melihat kenyataan tersebut, maka dapat dikatakan kita sudah menjadi bagian dari era 4.0 tersebut dan teknologi ini akan mengambil prioritas dan mempengaruhi pola kehidupan manusia global.

Kecenderungan perubahan yang akan mempengaruhi pola-pola kehidupan pada Era revolusi industri 4.0 abad 21 ini (Marquardt, 1996), yaitu [14];  perubahan lingkungan ekonomi, sosial, pengetahuan dan teknologi;  perubahan dalam lingkungan kerja; perubahan dalam harapan pelanggan; serta perubahan harapan para pekerja. Tentunya kecenderungan perubahan-perubahan yang terjadi memiliki tantangan yang harus dihadapi. Ada sepuluh tantangan di abad 21  yaitu [15]  kecepatan (speed), kenyamanan (convinience), gelombang generasi (age wave), pilihan (choice), ragam gaya hidup (life style), kompetisi harga (discounting), pertambahan nilai (value added), pelayanan pelanggan (customer service), teknologi sebagai andalan (techno age), dan jaminan mutu (quality control). Dari kecenderungan perubahan dan tantangan dalam revolusi abad 21 ini, peran inovasi menjadi penentu daya saing suatu produk di pasaran. Konsekuensinya adalah diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan literasi data (big data), literasi teknologi (koding, dan pemahaman terhadap kecerdasan buatan (Artificial Intellegent – AI) dan literasi manusia (humanities, komunikasi dan disain) [16]. Kemampuan literasi tersebut diharapkan mampu mengatasi kesenjangan antara industri yang bergantung pada inovasi dengan kesiapan tenaga kerja. Selain itu, menghadapi perkembangan kemajuan iptek yang sangat cepat, maka konsep belajar sepanjang hayat (life long learning) juga menjadi hal yang penting agar dapat  mengikuti perkembangan IPTEK terkini. Oleh karena itu, sesungguhnya globalisasi merupakan fenomena multidimensi dan organisasi, produk dan layanan yang lebih mampu melakukan proses multifaset pada bidang ekonomi, sosial, politik dan untuk memanfaatkan implikasi budaya baru untuk pendidikan tinggi [17]. Hadirin yang terhormat, Pendidikan tinggi dalam hal ini universitas, seyogyanya menekankan peran dalam membentuk teknologi masa depan dengan menjadi testbed untuk inovasi dan mendidik generasi masa depan. Seperti kita ketahui, pendidikan dengan pola konvensional telah memberikan kontribusi besar terhadap tingkat evolusi industri dan kemajuan teknologi saat ini. Namun, universitas juga harus menyiapkan kebutuhan dasar untuk pemanfaatkan teknologi IoT secara strategis guna mempersiapkan angkatan kerja yang akan datang untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Universitas perlu menetapkan tujuan dalam mencapai Revolusi Industri 4.0. Universitas dituntut untuk mempersiapkan para dosen dan mahasiswa agar dapat menyesuaikan diri masuk kedalam era ini. Penyesuaian paling dasar adalah bagaimana dapat mengikuti perubahan termutakhir atas pengetahuan dan keterampilan baru berdasarkan CPS dan IoT sebagai bagian dari kehidupan global yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, etika dan tanggung jawab dalam bermasyarakat.

Ada berbagai peran yang dapat dilakukan oleh Universitas di era ini. Salah satunya adalah dengan menggabungkan kekuatan pendidikan tinggi konvensional dengan pembelajaran secara daring (blend learning). Pembelajaran secara daring dapat menjangkau masyarakat yang kurang terlayani dimana pendidikan dapat menjadi alat pemberdayaan dan perubahan yang kuat.

Hal-hal yang telah dipaparkan diatas juga sudah menjadi perhatian pemerintah RI melalui kemenristekdikti dalam menghadapi era global 4.0. Tentunya semua akan bermuara pada bagaimana mempersiapkan SDM yang kompeten, mampu berfikir inovatif serta optimum menguasai bidang ilmunya dan menerapkannya dalam dunia kerja, memperbaiki kualitas hidup manusia Indonesia dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Hadirin yang terhormat,  Lalu bagaimana dengan kita sebagai civitas akademika Universitas Khairun dalam menyikapi tantangan era globalisasi ini? Sudah barang tentu kita semua akan menjawab tantangan tersebut dengan meningkatkan kapasitas keilmuan dan keterampilan dengan memanfaatkan teknologi-teknologi seperti yang telah saya paparkan diatas. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat menuju arah tersebut, antara lain yaitu 1) tersediaannya infrastruktur teknologi informasi yang cukup, baik itu dari sisi perangkat keras maupun perang lunak guna menyediakan platform untuk aplikasi-aplikasi layanan sistem informasi. 2) terpenuhinya kapasitas bandwith minimum 0,75 kbps per mahasiswa. 3) SDM yang siap merubah pola dari sistem konvensional ke sistem blend. Syarat-syarat tersebut semuanya telah terpenuhi di Universitas yang kita cintai ini.

Peran Universitas Khairun dalam menghadapi tantangan global  dapat dilakukan dengan pendekatan berbasis era 4.0 dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai amanat UU  20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional pasal 20 ayat 2. Pada pendekatan penyelenggaraan pendidikan berbasis 4.0, pendidikan dan pengajaran dapat dilakukan dengan [18]: 1) menyelesaikan suatu masalah dengan bantuan simulasi komputer untuk belajar dan pelatihan, 2) perkuliahan secara daring, 3) menumbuhkan bakat inovatif dimana pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya fokus pada pelatihan berbasis pengetahuan orang yang terampil, tapi dilihat bakat inovatifnya, terutama ilmuwan tingkat tinggi dan teknolog. Ilmuwan ini harus dilatih dalam lingkungan interdisipliner dimana teknolog harus memahami humaniora dan sosial sains dan begitu pula sebaliknya, 4) pembelajaran blended dengan menggunakan konsep flipped learning, yaitu konsep pembelajaran yang memadukan antara belajar di kelas dengan diluar kelas dengan memanfaatkan teknologi informasi. Untuk menjalankan konsep tersebut maka ada empat hal yang harus menjadi perhatian utama, yaitu flexible environment, learning culture, intention content dan professional educator [19].

Sedangkan untuk pendekatan penyelenggaraan penelitian berbasis 4.0, dapat dilakukan dengan [18]: 1) inovasi terbuka yang memiliki  khas proses: (a) Micro-tasking di bawah mekanisme crowdsourcing (b) alur kerja yang ditunjuk mengarahkan para peneliti untuk menggunakan dan menambah informasi yang ditawarkan pada peneliti sebelumnya (c) Untuk menciptakan ekosistem pemecahan masalah, peneliti dapat menggabungkan pemrosesan kognitif dari banyak kontributor biasa dengan komputasi berbasis mesin untuk membangun suatu model sistem yang rumit dan saling bergantung. 2) Inovasi Evolusioner & Revolusioner,yaituinovasi berdasarkan teknologi yang ada disebut tipe evolusioner; sementara inovasi revolusioner berfokus pada penemuan teknologi baru, 3) MempersingkatSiklusInovasi. 4) Publikasi hasil inovasi dan hak cipta

Adapun untuk pendekatan penyelenggaraan pengabdian pada masyarakat berbasis 4.0, dapat dilakukan dengan menggunakan hasil inovasi untuk pemberdayaan masyarakat,yaitu menciptakan startupberbasis hasil penelitian. Satu hal yang penting lainnya adalah aspek kerjasama dan terhubung dengan jejaring baik itu universitas, industri maupun pemerintah.

Hadirin yang terhormat,  Dari pemaparan saya diatas, terbetik suatu keniscayaan bahwa civitas akademika Universitas Khairun dapat ikut andil dalam kemajuan era 4.0. Keniscayaan tersebut bukanlah tanpa alasan, karena pada tanggal 21 Agustus 2017, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah mengumumkan  Universitas Khairun menjadi Perguruan Tinggi yang terbaik di Wilayah Timur Indonesia dengan Skor Total Konversi : 41,54 yang berada pada Peringkat Umum 119 dikuti oleh Universitas Pattimura dengan Skor Total Konversi : 33,78 yang berada pada Peringkat Umum 243 serta STKIP Muhammadiyah Sorong  berada di Posisi ke 3 dengan Skor Total Konversi : 32,44 dan berada pada Peringkat Umum : 296 [20]. Saya percaya bahwa peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi khususnya di Universitas Khairun dapat menghasilkan sesuatu perubahan signifikan dalam masyarakat. Demikianlah orasi ilmiah ini saya sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Wabillahi taufiq walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 Daftar Pustaka

[1]     M. Guarnieri, “The roots of automation before mechatronics,” IEEE Ind. Electron. Mag., vol. 4, no. 2, pp. 42–43, June 2010.

[2]     G. Fettweis, H. Boche, T. Wiegand, E. Zielinski, H. Schotten, P. Merz, S. Hirche, A. Festag, W. Häffner, M. Meyer, E. Steinbach, R. Kraemer, R. Steinmetz, F. Hofmann, P. Eisert, R. Scholl, R. Ellinger, E. Weiss, and I. Riedel. (2014, Aug.). The tactile Internet. International Telecommunication Union. Geneva, Switzerland.

[3]     T. Sauter, S. Soucek, W. Kastner, and D. Dietrich, “The evolution of factory and building automation,” IEEE Ind. Electron. Mag., vol. 5, no. 3, pp. 35–48, Mar. 2011.

[4]     A. W. Colombo, S. Karnouskos, Y. Shi, S. Yin, and O. Kaynak, “Industrial cyber–physical systems [scanning the issue],” Proc. IEEE, vol. 104, no. 5, pp. 899–903, May 2016.

[5]     A. J. C. Trappey, C. V. Trappey, U. H. Govindarajan, J. J. Sun, and A. C. Chuang, “A review

of technology standards and patent portfolios for enabling cyber-physical systems in advanced manufacturing,” IEEE Access, vol. 4, pp. 7356–7382, Oct. 2016.

[6]     R. Venkatesan, M. V. Raghavan, and K. S. Sai Prakash, “Architectural considerations for a

centralized global IoT platform,” in Proc. IEEE Region 10 Symp., May 2015, pp. 5–8.

[7]     J. Weinman, “The economics and strategy of manufacturing and the cloud,” IEEE Cloud Comput., vol. 3, no. 4, pp. 6–11, July–Aug. 2016.

[8]     https://www.ibm.com/

[9]     D. Georgakopoulos, P. P. Jayaraman, M. Fazia, M. Villari, and R. Ranjan, “Internet of Things

and edge cloud computing roadmap for manufacturing,” IEEE Cloud Comput., vol. 3, no. 4, pp. 66–73, July–Aug. 2016.

[10]   https:www.nist.gov/el/cyber-physical-system

[11]   O. Chenaru, A. Stanciu, D. Popescu, V. Sima, G.Florea, and R. Dobrescu, “Open cloud solution for integrating advanced process control in plant operation,” in Proc. 23rd Mediterranean Conf. Control and Automation (MED), June 2015, pp. 973–978.

[10]   R. Drath and A. Horch, “Industrie 4.0: Hit or hype?” IEEE Ind. Electron. Mag., vol. 8, no. 2, pp. 56–58, June 2014.

[11]   https://www.journals.elsevier.com/

[12]   https://wearesocial.com

[13]   http://www.apjii.or.id

[14]   Marquardt, M.J. “Building the learning organization”. New York : McGraw-Hill, 2002

[15]   Robert B. Tucker. “Innovation: the new core competency”, , Vol. 29 Issue: 1, pp.11-14, 2001

[16]   Joseph E. Aoun. ”Robot-Proof: Higher Education in the Age of Artificial Intelligence”  MIT Press, 216pp ISBN 9780262037280 and 9780262344302, 2017

[17]   Nima Shahidi, Seyed Masoud Seyedi. “ The Impact of Globalization in Higher Education on The University”. World Applied Sciences Journal 20 (9): 1300-1306, 2012

[18] Bo Xing, shilidzi Marwala. “Implication of the Fourth Industrial Age on Higher Education”. Computer Science.  2017

[19]   Urban John Arnold D’Souza, D. Kamarudin D. Mudin. “Industrial Revolution 4.0: Role of Universities” Borneo Journal of Medical. Vol 12, issue 1, 2018

[20]   http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id/index.php

 

BIODATA

Nama                                 : Iis Hamsir Ayub Wahab

Tempat, Tanggal Lahir       : Cirebon, 21 Oktober 1976

Agama                                : Islam

Status                                 : Menikah

Pekerjaan                           : Lektor pada Program Studi Teknik Elektro,

Fakultas Teknik  Universitas Khairun

Pendidikan Terakhir           : S3 Ilmu Teknik Elektro di Jurusan Teknik

Elektro dan Teknologi Informasi

Universitas Gadjah Mada

Istri                                     : dr. Sri Yati, Sp.A., M.Sc

Anak                                  : 1. M. Akmal Hazim Ayub Wahab

  1. M. Pasya Abrar Ayub Wahab

 

Mata Kuliah yang Diampu

  1. 1. Elektronika Digital
  2. Dasar Sistem Kendali
  3. Dasar Sistem Cerdas
  4. Kecerdasan Buatan Lanjut
  5. Pengolahan Citra
  6. Algoritma dan Pemrograman
  7. Metodologi Penelitian

 Penelitian

No. Judul Penelitian Tahun
1 Eksplorasi Fitur untuk Pengenalan Pola Parasit Malaria Berbasis Citra Mikroskopi 2013
2 Audit tata kelola Teknologi Informasi (IT Governance) dengan menggunakan hybrid 2015-2016
3 Sensor jamak tertanam pada sistem  wahana inderaja dalam laut 2017 –

 Jurnal dan Prosiding

  1. Iis Hamsir Ayub Wahab, Prediksi Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan. PROtek 2016
  2. Assaf Arief, Iis Hamsir Ayub Wahab. Evaluasi Tatakelola Layanan Teknologi Infomasi Pemerintah Daerah Maluku Utara.  PROtek            2016
  3. Iis Hamsir Ayub Wahab, Achmad P. Sardju, Rintania E.N. Pemodelan Matematis Gerak Wahana Pengindera Bawah Laut     SEMINAR NASIONAL TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA (SNTEI) 2017
  4. Yuditiadi Habu, Iis Hamsir Ayub Wahab, Achmad P. Sardju Perancangan Mini ROV. Seminar Ilmiah Nasional Keteknikan 2017
  5. Alfian N. Garai, Iis Hamsir Ayub Wahab, Achmad P. Sardju.  Sistem Akuisi Data Salinitas pada Perairan Laut. Seminar Ilmiah Nasional Keteknikan 2017
  6. Nursanti Abdulrahman, Iis Hamsir Ayub Wahab., M. Jamil. Koreksi Citra Bawah Laut menggunakan Filter Contraharmonic Mean. Seminar Ilmiah Nasional Keteknikan 2017     Simulasi Kinerja Modulasi Qpsk
  7. Iis Hamsir Ayub Wahab, Assaf Arief. An Integrative Framework of COBIT and TOGAF for Designing IT Governance in Local Government. International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE). 2015. Semarang
  8. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, and Maesadji. T. Principal Component Analysis Combined With Second Order Statistical Feature Method For Malaria Parasites Classification. Journal of Theoretical and Applied Information Technology. 10th May 2014. Vol. 63 No.1
  9. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, and Maesadji. T. Evaluating of Learning Vector Quantization, Fuzzy Learning Vector Quantization and Cross Entropy Method for Malaria Parasite Classification in Real Time Test. Walailak J Sci & Tech 2014
  10. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, dan Maesadji. T. Rancang Bangun Sistem Pendeteksi dan Pengklasifikasi Otomatis Untuk Plasmodium Falciparum Berbasis Citra Mikroskopis. Jurnal ilmu-ilmu alam & terapan Volume IX Nomor 2 Desember 2013
  11. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, and Maesadji. T Semi automatic Detector of Plasmodium Falciparum on Microscope Image Based. International Conference on Computer, Control, Informatics and Its Application. 2013. Jakarta.
  12. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, and Maesadji. T. Feature Exploration for Parasite Malaria Recognation Based on Image Microscopy. 2013 International Conference on Instrumentation, Communication, Information Technology and Biomedical Engineering November 7th-8th, 2013, Bandung, Indonesia
  13. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, and Maesadji. T. Texture Analysis using Autocorrelation Function for Malaria Parasites in Peripheral Blood Images. 2012. The 6th Nasional Radar Seminar and The 1st International Conference on Radar, Antenna, Microwave, Electronics, and Telecommunications (ICRAMET). LIPI. Denpasar
  14. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, and Maesadji. T. Comparison of Cross Entropy Method, Optimize Learning Vector Quantization and Fuzzy Learning Vector Quantization for Classification of Plasmodium Falciparum. ProsidingSITIA 2011. Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya
  15. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto,  P. Insap Santosa, dan Maesadji. T. Penggunaan Metode Cross Entropy, OLVQ dan FLVQ Untuk Klasifikasi Data Set Citra Plasmodium Falciparum. Seminar Radar Nasional. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Jakarta
  16. Anggun Fitrian Isnawati, Sulistyaningsih, Rintania Elliyati Nuryaningsih, Iis Hamsir Ayub Wahab.   Penyusunan Peta Rentan Bencana Alam Longsor Dengan Teknologi Penginderaan Jauh Melalui Interpretasi Citra Satelit Di Propinsi DIY.  Prosiding Seminar Nasional ke-4 Tahun 2009: Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi. STTNAS Yogyakarta
  17. Yeni Rafsyam, Iis Hamsir Ayub Wahab., Sistem Pendeteksi Otomatis Kista Ovarium menggunakan Metode Template Matching. Prosiding Seminar Ilmiah Ilmu Komputer (SILICON)., UPH Karawaci. ISSN : 1979 – 6412
  18. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto, dan Litasari, Pengaruh Penggunaan Tapis Bilateral Terhadap Akurasi Identifikasi Plasmodium FalciparumPada Jaringan Syaraf Tiruan Learning Vector Quantization. Prosiding Seminar Ilmiah Ilmu Komputer (SILICON)., UPH Karawaci. ISSN : 1979 – 6412
  19. Iis Hamsir Ayub Wahab, Adhi Susanto, and Litasari. Classification of Plasmodium Falciparum Using Learning Vector Quantization Neural Network. International Conference on Biomedical Engineering . 2008, November 11th – 12th Surabaya, Indonesia. ISBN 978-979-18847-0-9
  20. Iis Hamsir Ayub Wahab. Designing Single Element Microstrip Antenna with Rectangular Patch Modelling, Jurnal Rekanologi Vol 1 ISSN 0216-048X.
  1. Iis Hamsir Ayub Wahab. Teknik Kompresi Citra dan Video.
  2. Iis Hamsir Ayub Wahab. Penjejakan dan Lokalisasi Sumber Bunyi Menggunakan Interaural Time Difference (ITD).
  3. Iis Hamsir Ayub Wahab., 2006. Kompresi dan Dekompresi Dengan Metode Huffman Statis dan Dinamik.
  4. Iis Hamsir Ayub Wahab. Manuhuttu, R; Ginting, A H., 2006. Viterbi Algorithm.
  5. Iis Hamsir Ayub Wahab. Pengendali Chaos Dengan Pendekatan Algoritma OGY.
  1. Iis Hamsir Ayub Wahab. 2005. Studi Integrasi Jaringan Multimedia BISDN/ ATM Dengan UMTS Berbasis WCDMA, Jurnal Rekanologi Vol 1 ISSN 0216-048X.
  1. Iis Hamsir Ayub Wahab. Perencanaan Integrasi PABX HICOM ke Jaringan Komunikasi Data PT. Telkom Divre IV Jateng & DIY, Jurnal Rekanologi Vol 1 ISSN 0216-048X.

Buku

Pemrograman web menggunakan framework codeigniter. 2016. Deepublish. Jogjakarta

Please follow and like us:
20

Comments

comments

Top

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.instagram.com/universitaskhairun