Kuliah Umum Wakil Ketua KPK Dr. Laode M Syarif, SH, LLM di UNKHAIR

unkhair.ac.id- Ternate. Wakil ketua KPK Laode M Syarif dihadapan sivitas akademika Unkhair pada Selasa 25 Juli 2017, memeberikan kuliah umum dengan. Tema “Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi Mengawal Agenda Korupsi”

Kuliah umum ini di buka oleh Rektor Prof. Dr. Husen Alting, SH, MH dan dihadiri para wakil rektor dan dekan dalam lingkungan Unkhair serta Sekda Kabupaten Taliabu.

Rektor dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Wakil Ketua KPK untuk menyampaiakan kuliah umum ini. Rektor juga menyampaikan dukungan Unkhair kepada KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia serta menolak upaya untuk pelemahan KPK.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam kuliah umum menyampaikan bahwa Skor Corruption Perception Index (CPI) Indonesia 2016 meningkat tipis satu poin sebesar 37. Skor CPI berada pada rentang 0-100. 0 berarti negara dipersepsikan sangat korup, sementara skor 100 berarti dipersepsikan sangat bersih. Kenaikan skor ini menandakan masih berlanjutnya tren positif pemberantasan korupsi di Indonesia. Jangan pesimis tapi tetap harus selesaikan PR pemberantasan korupsi ujar Laode M Syarif.

“Ketika bertemu dengan Presiden, Pimpinan KPK menyampaikan target menaikkan skor IPK dari 37 jadi 50 di akhir periode kepemimpinan. Memang agak ambisius tapi setidaknya kita bisa lebih baik dari negeri jiran” LMS

“Modus korupsi di Indonesia terdiri dari suap, fraud pengadaan barang jasa, pemberian izin yang tak sah.. bukan jenis korupsi yang super canggih. Pelaku korupsi sendiri terdiri dari orang kaya dan berpendidikan tinggi. Ini artinya korupsi adalah kejahatan karena keserakahan bukan karena keterdesakan” LMS

Dikatan Laode saat ini modus operandi korupsi makin canggih. Bisa dicontohkan oleh Nazaruddin yang hingga hari ini kasusnya masih terus menerus didalami oleh KPK.

Penting Menurut Laode dimana peran perguruan tinggi dalam pemberantasan korupsi sangat banyak. Bisa dilihat dari data sebaran pendidikan pelaku korupsi yg didominasi oleh sarjana, master, doctor.

Lebih lanjut menurut Laode Perguruan tinggi selain sbg sumber masalah, kini harus jadi bagian dr solusi. Bagian dari pengabdian masyarakat, Perguruan Tinggi harus lebih cepat mengantisipasi perkembangan zaman termasuk modus-modus baru korupsi. Sebagian peran Perguruan Tinggi sebagai Pusat penelitian korupsi. Pool of experts. Pusat pergerakan anti korupsi. Pusat pengajaran antikorupsi. KPK berharap ada keberpihakan Pserguruan Tinggi dlm antikorupsi…[amzinc]

Comments

comments