UGM-UNKHAIR-BPBD Tindak Lanjuti Kerjasama Pengurangan Risiko Bencana di Ternate

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan serangkaian kegiatan tindak lanjut kerjasama pengurangan risiko bencana dengan Universitas Khairun (Unkhair) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate dalam kerangka CaRED (Community Resilence and Economic Development) yang didanai oleh New Zealand Ministry of Foreign Affairs and Trade dengan tema Disaster Risk Reduction: Policies and Practices. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 11 hingga 13 Januari 2017, meliputi kunjungan kelembagaan untuk penguatan kerjasama dan workshop untuk menginisiasi forum pengurangan risiko bencana (FPRB) di Kota Ternate.

Mengawali kegiatan, tim dari UGM yang pada kesempatan ini dipimpin oleh Dr. Estuning Tyas Wulan Mei melakukan kunjungan kelembagaan ke Unkhair pada Rabu (11/1). Sejumlah delapan orang tim UGM dan empat orang tim Pusat Studi Bencana (PSB) Unkhair diterima langsung oleh Rektor Unkhair, Prof. Dr. Husen Alting, S.H., M.H., di ruang kerjanya. Pada hari berikutnya, Kamis (12/1) Tim CaRED bersama-sama dengan Pimpinan BPBD Kota Ternate dan PSB Unkhair melakukan audiensi dengan Walikota Ternate untuk meminta dukungan serta membuka peluang kerjasama untuk pengurangan risiko bencana di Kota Ternate. Tim CaRED menyampaikan capaian dan rencana kerjasama antara UGM – Unkhair – BPBD sudah dilakukan sejak pertengahan 2015.

Sebagai tindak lanjut, pada Juni-Agustus 2017 akan diadakan Kuliah Kerja Nyata – Program Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) tematik atau di Unkhair lebih dikenal dengan Kubermas (kegiatan kuliah berkarya dan bermasyarakat) yang mengambil tema pengurangan risiko bencana degan melibatkan 40 mahasiswa dari kedua Universitas. Menanggapi hal tersebut, Walikota Teranate memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan UGM sejauh ini dengan para stakeholder di Kota Ternate. Lebih lanjut, Walikota Ternate juga menyambut baik tindak lanjut kegiatan kolaborasi antara UGM, Unkhair, dan BPBD. Diharapkan kerjasama ini akan terus berlanjut sehingga terjadi peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Menyambung kegiatan sebelumnya, pada Jumat (13/1) diselenggarakan Penguatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Ternate. Hadir sebagai pembicara dalam workshop tersebut, Aris Sustiyono, dari FPRB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menyampaikan gambaran dan pembelajaran tentang FPRB di DIY.

Workshop ini dihadiri lebih kurang 40 orang, dari berbagai instansi seperti: Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, BASARNAS, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Studi Bencana Unkhair , BPBD, TNI, dan POLRI, yang memberikan dukungan penuh terhadap terbentuknya FPRB Kota Ternate dengan harapan agar Kota Ternate dapat menjadi salah satu kota yang tangguh terhadap bencana.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *